Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar. (Foto: M. Ibrahim)
Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengungkapkan, pertumbuhan dana kelolaan dan jumlah peserta dana pensiun terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan potensi besar untuk memperluas cakupan jaminan sosial dan meningkatkan kontribusi terhadap sektor keuangan nasional.
“Per Agustus 2025, aset dana pensiun terus meningkat mencapai Rp1.593 triliun, atau 8,72 persen pertumbuhan dari tahun sebelumnya,” jelas Mahendra, Kamis, 23 Oktober 2025.
Mahendra menambahkan, program pensiun wajib mencapai Rp1.200,63 triliun, sedangkan program pensiun sukarela sebesar Rp392,56 triliun.
Secara total, kepesertaan dana pensiun mencapai 29,09 juta orang.
Baca juga : Gap Proteksi Dana Pensiun Tinggi, Ini yang Bakal Dilakukan OJK
Sedangkan pada 2024, pertumbuhan aset dana pensiun tercatat 7,2 persen. Sementara pada Februari 2025, peserta dana pensiun terhadap total angkatan kerja mencapai 19,02 persen.
“Dengan jumlah entitas dana pensiun sukarela mencapai 188 dana pensiun dan estimasi replacement ratio 15-20 persen dari take home pay,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemajuan sektor dana pensiun ini sejalan dengan proses aksesi Indonesia menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Hal ini mengingat kerangka hukum dan kebijakan Indonesia dinilai sudah sesuai dengan prinsip-prinsip OECD dan terus diperkuat agar selaras dengan standar internasional.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria Kemenkeu Ihda Muktiyanto menyebut total aset program pensiun wajib masih mendominasi industri dana pensiun nasional pada 2024 dengan nilai Rp690,22 triliun.
Baca juga: 6 Jenis Investasi Dana Pensiun, Pilih yang Tepat untuk Masa Tua Tenang
Jumlah tersebut, kata dia, terdiri dari dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan Asabri.
Rinciannya, BPJS Ketenagakerjaan mengelola Jaminan Pensiun senilai Rp192,41 triliun dan Jaminan Hari Tua senilai Rp497,87 triliun, dengan jumlah peserta mencapai 19,1 juta orang.
“Adapun Taspen mencatat Tabungan Hari Tua Rp 29,44 triliun dan Jaminan Pensiun Rp39,81 triliun, dengan 3,9 juta peserta. Asabri mengelola Jaminan Pensiun senilai Rp30,14 triliun bagi anggota TNI, Polri, dan ASN Kementerian Pertahanan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More