Perbankan

OJK Ungkap Biang Kerok Kredit Perbankan Melandai

Jakarta – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengungkapkan alasan mengenai kredit perbankan yang terus mengalami kelesuan di awal 2023. OJK Mencatat pada April 2023 kredit perbankan hanya tercatat single digit, yaitu 8,08%, dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 9,93% atau menjadi Rp6.464 triliun.

Dian mengatakan, pelandaian kredit di sepanjang tahun 2023 ini merupakan siklus. Secara historis, pertumbuhan kredit di awal tahun cenderung menurun dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya.

“Memang ini umumnya lebih rendah dibandingkan dengan bulan Maret 2023, kecuali pada tahun 2022 ini karena dipengaruhi oleh kondisi pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat setelah pandemi,” ungkap Dian dalam Konferensi Pers, Selasa, 6 Juni 2023.

Selain faktor siklus, Dian juga mengindikasikan bahwa pelemahan kredit ini dipengaruhi permintaan kredit yang masih tumbuh terbatas. Kemudian, pencabutan stimulus Covid-19 secara tidak langsung juga memberikan dampak terhadap menurunnya angka kredit karena masih adanya ketidakpastian risiko kredit.

“Namun saat ini target pennyaluran kredit kami pandang masih sesuai dengan proyeksi yang kita sampaikan,” katanya.

Dalam hal ini, OJK memberikan kesempatan kepada bank untuk merevisi RBB (Rencana Bisnis Bank) hingga akhir Juni 2023. Dian mengaku, sampai dengan saat ini sudah ada beberapa bank yang sudah melakukan penyesuaian target pertumbuhan kredit.

“Sampai dengan saat ini memang kita (OJK) itu sudah menerima beberapa bank yang sudah melakukan penyesuaian proses pertumbuhan kredit,” ujar Dian.

Dian juga menambahkan OJK tetap optismistis pertumbuhan kredit dapat menyentuh 10% pada akhir 2023, seiring dengan program pemulihan ekonomi pasca-Covid-19. 

“Kami juga berharap bahwa pertumbuhan tersebut tetap dilandasi pada prinsip kehati-hatian ini harus tetap kita jaga di tengah ekspansi tersebut. Sehingga kami harapkan perbankan akan terus melakukan evaluasi serta adaptasi terkait dengan pertumbuhannya di masa pasca pandemi ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, OJK senantiasa memberikan dukungan kepada industri perbankan salah satunya melalui perpanjangan stimulus Covid-19 hingga Maret 2024, serta penerbitan ketentuan kebijakan lain yang dianggap perlu. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

4 mins ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

21 mins ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

32 mins ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

3 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

5 hours ago