Keuangan

OJK Ungkap Ada 29 Asuransi Belum Penuhi Modal Minimum 2026

Poin Penting

  • Hingga November 2025, baru 115 dari 144 perusahaan asuransi dan reasuransi (79,86%) yang memenuhi kewajiban minimum ekuitas tahap I untuk 2026
  • OJK menilai kecukupan modal krusial untuk menjaga ketahanan industri dan perlindungan pemegang polis
  • Kewajiban Tahap I Penyesuaian Modal harus dipenuhi per 31 Desember 2026, dengan ekuitas minimum Rp250 miliar untuk asuransi konvensional, Rp500 miliar reasuransi.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti masih adanya sekitar 20 persen perusahaan asuransi dan reasuransi yang belum memenuhi kewajiban minimum ekuitas tahap pertama yang ditetapkan untuk tahun 2026. Padahal, batas waktu pemenuhan ketentuan tersebut semakin dekat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, hingga akhir November 2025, baru 115 dari 144 perusahaan yang telah memenuhi ketentuan modal minimum.

“Sekitar 79,86 persen atau hampir 80 persen perusahaan sudah memenuhi ekuitas minimum yang dipersyaratkan untuk akhir 2026,” kata Ogi dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Desember 2025 secara virtual, Jumat (9/1).

Baca juga: Aset Asuransi Non Komersial Turun Jadi Rp222,84 Triliun di November 2025

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 29 perusahaan yang belum memenuhi kewajiban tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian regulator mengingat kecukupan modal merupakan kunci utama menjaga ketahanan industri dan perlindungan pemegang polis.

Ogi menegaskan OJK terus melakukan pemantauan dan mendorong perusahaan yang belum memenuhi ketentuan agar segera melakukan langkah perbaikan.

“Kami berharap pada akhir 2026 semakin banyak perusahaan yang memenuhi minimum ekuitas,” ucapnya.

Baca juga: Premi Asuransi Jiwa Turun 0,75 Persen Jadi Rp297,88 Triliun per November 2025

Adapun, kewajiban pemenuhan modal ini merupakan bagian dari Tahap I Penyesuaian Modal yang harus dipenuhi per 31 Desember 2026.

Dalam tahap ini, perusahaan asuransi konvensional diwajibkan memiliki ekuitas minimum sebesar Rp250 miliar, sementara perusahaan reasuransi konvensional ditetapkan Rp500 miliar.

Sementara, untuk entitas berbasis syariah, ketentuan modal minimum ditetapkan lebih rendah, yakni Rp100 miliar bagi perusahaan asuransi syariah dan Rp200 miliar bagi perusahaan reasuransi syariah. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

SeaBank Kantongi Laba Rp678,4 Miliar pada 2025, Melesat 79 Persen

Poin Penting SeaBank mencatat laba bersih Rp678,4 miliar di 2025, tumbuh 79 persen yoy, melanjutkan… Read More

2 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (2/4): Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Meroket

Poin Penting Harga emas di Pegadaian (Antam, Galeri24, UBS) kompak naik pada 2 April 2026,… Read More

2 hours ago

Peringati Hari Perempuan Internasional, Generali Indonesia Gelar Talkshow

Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional 2026 dan wujud komitmen Generali Indonesia… Read More

2 hours ago

285 Saham Merah, IHSG Dibuka Melemah 0,65 Persen ke 7.138

Jakarta - Pada pembukaan perdagangan hari ini (2/4) pukul 09.06 WIB Indeks Harga Saham Gabungan… Read More

2 hours ago

IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Berikut 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting IHSG masih rawan koreksi ke area 6.745–6.849, namun skenario terbaik berpotensi menguat ke… Read More

2 hours ago

Tangkap Potensi IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel

Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More

4 hours ago