Perbankan

OJK Turun Tangan Telusuri Dugaan Hilangnya Dana Nasabah BTN

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah meneliti kasus dugaan hilangnya dana nasabah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN.

Hal ini bermula saat sejumlah pemilik dana bekerja sama dengan oknum mantan pegawai BTN berinisial ASW untuk menempatkan dana di bank dengan janji manis suku bunga tinggi sebesar 10 persen tiap bulannya atau 120 persen per tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, pihaknya telah memanggil 17 konsumen terkait untuk dimintai keterangan mengenai hilangnya dana nasabah.

“Bank wajib bertanggung jawab jika terbukti terdapat kesalahan di pihak bank dan OJK dapat mengenakan sanksi,” katanya, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 17 Mei 2024.

Baca juga: BTN Buka Ruang Nasabahnya yang Tertipu Investasi Bodong Tempuh Jalur Hukum

Namun, OJK menegaskan apabila kesalahan ada kelalaian ada pada pihak konsumen, maka dana yang diklaim hilang tidak dilakukan penggantian oleh pihak bank.

Lebih lanjut, Kiki pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap penawaran investasi bodong yang menjanjikan dengan keuntungan fantastis.

Untuk itu, OJK pun memberikan tips kepada masyarakat agar tidak terjerat rayuan investasi bodong sebagai berikut:

Pertama, jangan mudah tergiur janji untung fantastis. Sebab, semakin besar keuntungan yang dijanjikan, semakin besar potensi penipuan. 

“Agar simpananmu dijamin LPS, pastikan bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS,” jelasnya.

Kedua, cek legalitas penawaran investasi. Artinya, hubungi atau datangi lembaga jasa keuangan tersebut apakah benar memiliki produk investasi yang ditawarkan. Cek ke Kontak OJK 157 untuk legalitas lembaga jasa keuangan yang berizin OJK.

Baca juga: Kena Rayu Bunga 120 Persen Dana Nasabah Hilang, Siapa Bertanggung Jawab?

Ketiga, simpan dengan baik dokumen kepemilikan, bukti transaksi dan semua bukti transaksi agar tidak disalahgunakan. Simpanan bank wajib tercatat pada pembukuan bank.

Keempat, jangan mudah percaya dengan oknum yang menawarkan titip investasi atau titip transfer. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

1 hour ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

2 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

2 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

2 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

3 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

5 hours ago