News Update

OJK: Teknologi AI Bantu Industri Pindar Tekan Risiko Kredit Macet

Poin Penting

  • OJK menyebut teknologi AI semakin banyak digunakan di industri fintech P2P lending untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi analisis kredit.
  • Penyelenggara pindar diminta memastikan transparansi algoritma, menghindari bias, dan menjaga keamanan data nasabah.
  • Outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp87,61 triliun per Agustus 2025, tumbuh 21,62% secara tahunan, dengan tingkat gagal bayar (TWP90) di level 2,60%.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah marak dipergunakan di industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman mengatakan, penyelenggara pindar telah memanfaatkan teknologi AI berupa machine learning untuk mempelajari karakteristik dan pola perilaku pengguna, baik lender dan borrower, secara dinamis.

“Tujuannya agar proses penilaian kredit menjadi lebih efisien dan akurat, serta dapat meningkatkan kualitas analisis risiko dan memperluas akses pendanaan yang berkelanjutan,” ujar Agusman, dalam keterangannya, dikutip Senin, 20 Oktober 2025.

Baca juga: OJK Dalami Kasus Dugaan Gagal Bayar Pindar Dana Syariah Indonesia

Agusman menegaskan bahwa penyelenggara pindar juga perlu memastikan algoritma yang digunakan bersifat akurat dan transparan, serta mampu menghindari bias dan menjaga keamanan data nasabah.

“Termasuk tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Berdasarkan kinerja industri pindar di Tanah Air, per Agustus 2025, OJK mencatat total outstanding pembiayaan pinjaman daring (pindar) tembus Rp87,61 triliun per Agustus 2025, tumbuh 21,62 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Jika dibandingkan posisi Juli 2025 sebesar Rp84,66 triliun, terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

Baca juga: Pindar Cicil Catat Rp2,68 Triliun Penyaluran Pinjaman hingga Agustus 2025

Kinerja positif juga terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juni 2025, outstanding pembiayaan P2P lending tercatat Rp83,52 triliun, sedangkan per Mei 2025 mencapai Rp82,59 triliun atau tumbuh 27,93 persen YoY.

Sementara itu, dari tingkat risiko kredit agregat yang diukur dengan Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90), per Agustus 2025 berada di level 2,60 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

10 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

17 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago