Keuangan

OJK Tekankan Urgensi RSMDCC Jadi Perlindungan Aset dari Kerusuhan

Jakarta – Kerusuhan dan demonstrasi yang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada akhir Agustus hingga awal September 2025 ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya asuransi tambahan risiko kerusuhan (Riot, Strike, Malicious Damage and Civil Commotion/RSMDCC).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan, perluasan jaminan RSMDCC terbukti memberi kepastian perlindungan, baik bagi aset publik maupun pribadi.

“Asuransi tambahan risiko huru-hara seperti RSMDCC sangat penting. Perlindungan ini memberikan kepastian bagi pemilik aset dari kerugian akibat kerusuhan atau demonstrasi,” kata Ogi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Agustus 2025, Kamis (4/9).

Baca juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Ajukan Klaim Asuransi Kerusakan Aset Imbas Demo

Menurutnya, kerugian akibat kerusuhan tidak hanya menimpa gedung pemerintah, tapi juga aset swasta. Namun, Ogi mengingatkan masih banyak aset publik juga belum terlindungi optimal.

“Ke depan, kami mendorong peningkatan perlindungan atas barang milik negara melalui Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara, karena saat ini belum semua aset pemerintah pusat maupun daerah ditutup asuransinya,” tegasnya.

Baca juga: AAUI Masih Hitung Total Kerugian Asuransi Imbas Demo

Ia juga menyoroti masih ada kendaraan terdampak kerusuhan yang tidak memiliki perluasan jaminan kerusuhan sehingga tidak dapat diklaim.

“Hal ini harus menjadi pelajaran agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya perlindungan tambahan RSMDCC,” ujarnya.

OJK optimistis kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi risiko kerusuhan akan meningkat pascaperistiwa ini. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

2 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

2 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

3 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

13 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

14 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

14 hours ago