News Update

OJK Tekankan Transparansi dalam Reformasi Pasar Modal RI

Poin Penting

  • OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi, dan kepercayaan investor.
  • Ketentuan free float emiten dinaikkan menjadi 15 persen secara bertahap agar selaras dengan standar global.
  • BEI dan pelaku pasar berkomitmen meningkatkan transparansi dan kualitas bursa guna menarik lebih banyak investor, termasuk investor asing.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya kepercayaan investor dalam meningkatkan peran pasar modal Indonesia sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyatakan OJK akan terus menjaga kepercayaan publik sekaligus melindungi investor melalui pasar keuangan yang sehat dan berintegritas.

“OJK akan terus bertindak secara nyata untuk menjaga kepercayaan publik dan tentu juga melindungi para investor di pasar modal kita, dan tentu memastikan pasar modal kita dan seluruh pasar keuangan Indonesia akan tumbuh sehat, berintegritas, berdaya saing, dan juga berkelanjutan,” ujar Hasan, dikutip Senin, 2 Februari 2026.

Baca juga: Simak! Ini Hasil Pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI

Ia menegaskan, OJK berkomitmen menjadikan pasar modal Indonesia tetap solid, tepercaya, serta berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Delapan Rencana Aksi Reformasi Pasar Modal

OJK juga mendorong percepatan reformasi pasar modal secara menyeluruh melalui delapan rencana aksi yang dikelompokkan ke dalam empat klaster. Salah satu klaster utama mencakup kebijakan baru terkait free float emiten.

Dalam kebijakan tersebut, OJK menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen dari ketentuan sebelumnya sebesar 7,5 persen. Penerapannya dilakukan secara bertahap.

Untuk perusahaan yang melantai di bursa melalui IPO baru, ketentuan free float 15 persen akan langsung diberlakukan. Sementara itu, emiten yang sudah tercatat sebelumnya akan diberikan masa transisi.

Langkah ini bertujuan menyelaraskan ketentuan free float di Indonesia dengan standar global dan akan ditetapkan dalam waktu dekat.

Baca juga: OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Saat ini, emiten memiliki sejumlah opsi strategis untuk meningkatkan free float, antara lain melalui aksi korporasi seperti right issue, HMETD, non-HMETD, serta program ESOP dan EMSOP.

Transparansi Reformasi

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan kesiapan BEI untuk meningkatkan transparansi dalan rangka mempercepat reformasi integritas pasar modal, sejalan dengan masukan dari MSCI.

“Apa yang akan kami lakukan untuk melakukan pendalaman dari sisi demand khususnya, agar lebih banyak lagi investor asing masuk dengan penambahan bobot Indonesia di dalam konstituen. Antara lain adalah tadi juga sudah disampaikan, kami SRO akan meningkatkan disclosure,” tegas Jeffrey.

Baca juga: Friderica Widyasari Dewi Buka-bukaan soal Seleksi Calon Pimpinan OJK

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan pentingnya kualitas, transparansi, dan akuntabilitas bursa efek sebagai fondasi utama pasar modal Indonesia.

“Bagaimana bursa kita ini tumbuh tidak hanya dari segi market cap, tapi juga dari kualitas dari bursa kita ini adalah kualitas yang baik dan benar,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

6 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

12 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

12 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

14 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

24 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

1 day ago