Headline

OJK Tegaskan Konsolidasi Akan Dorong Efisiensi Perbankan

Jakarta – Pasar keuangan Indonesia yang belum efisien, mendorong  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membenahi kompleksitas struktur keuangan di Indonesia yang masih menjadi tantangan. Untuk itu, OJK menilai perlu adanya upaya tertentu dalam meningkatkan efisiensi di perbankan.

Melalui konsolidasi perbankan, diharapkan bank-bank bisa lebih melakukan efisiensi. Apalagi hal ini juga didukung oleh adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengaku, hal ini akan menjadi perhatian khusus yang akan dilakukan OJK.

Dian Ediana Rae mengatakan, konsolidasi perbankan khususnya pasar perbankan memang merupakan suatu keharusan, termasuk kemungkinan salah satunya peleburan bank pembangunan daerah (BPD), Bank Perkreditan Rakyat (BPR) maupun dilevel bank umum. Hal ini juga sebagai upaya untuk peningkatan modal perbankan.

“Upaya ke arah sana memang sedang didesain. Ini diharapkan sistem keuangan kita khususnya perbankan kedepannya akan menjadi lebih efisien,” ujarnya Rabu malam, 20 Juli 2022.

Namun demikian, kata Dian, Hal ini tentu akan dilakukan secara terukur, sebab OJK tidak ingin memaksakan secara segera, akan tetapi OJK cenderung lebih melihat situasi perbankan seperti apa. Hal ini menjadi penting, karena dalam menentukan keputusan harus bisa dilakukan dengan matang.

Untuk itu, ungkap Dian, OJK akan menyusun peta jalan atau roadmap konsolidasi perbankan, sebagai acuan bagaimana konsolidasi ini akan diimplementasikan.

“Oleh karena itu, kita akan gunakan ketentuan yang terkait dengan modal minimum sebesar Rp3 triliun, sebagai upaya kearah sana, dan akan dilakukan secara terukur kita juga tidak ingin memaksakan secara segera, tetapi kita akan melihat situasi masing-masing bank,” tambah Dian.

Lebih lanjut ia juga menegaskan akan meningkatkan kinerja perbankan dalam mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi, melalui penguatan sistem pengawasan perbankan yang responsif terhadap tantangan serta perubahan ekosistem keuangan domestik dan global.

“Ke depan perhatian terhadap individual bank akan menjadi prioritas, antara lain melalui penerapan early warning system dengan parameter yang lebih sensitif, sehingga dapat menghindari keterlambatan penanganan bank bermasalah,” tukas dia.

Selain itu, tambah Dian, penegakan integritas sistem perbankan juga akan menjadi perhatian utama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja dan pertumbuhan perbankan secara lebih sehat dan berkelanjutan. (*) Ira

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

2 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

5 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

6 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

7 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

7 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

8 hours ago