News Update

OJK: Tax Amnesty Dorong Pertumbuhan Kredit Hingga 14%

Jakarta–Dana-dana repatriasi yang masuk dari penerapan pengampunan pajak (tax amnesty) diperkirakan turut mendorong penyaluran kredit perbankan. Tax amnesty yang sudah berlaku di Juli ini akan mendorong pertumbuhan kredit hingga 14% sampai akhir 2016.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon, di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu malam, 20 Juli 2016. Menurutnya, dengan adanya tax amnesty maka dipastikan pertumbuhan kredit hingga akhir 2016 bisa tumbuh positif.

“Kalau kita bicara tax amnesty, pertumbuhan kredit tahun ini bisa 10%-14%. Kalo tanpa tax amnesty sekitar 12,5% tapi setelah revisi dan belum perhitungkan tax amnesty,” ujar Nelson.

Dia menilai, jika Program Tax Amnesty bisa berjalan sukses seperti yang diharapkan pemerintah, maka amunisi bank (likuiditas) bakal meningkat. Selain itu, suku bunga kredit juga diperkirakan akan lebih rendah. Hal ini tentu memacu demand terhadap kredit perbankan ikut meningkat.

“Pertumbuhan kredit ini bersamaan juga dengan paket pemerintah,. Aturan kan sudah keluar, mungkin Semester 2 nanti impact-nya sudah terlihat,” ucap Nelson.

Meskipun dana yang masuk ke sektor perbankan akan bersaing dengan sektor riil, namun OJK yakin bahwa pertumbuhan kredit double digit dapat tercapai hingga akhir tahun ini. Nantinya, dana repatriasi yang masuk ke sektor riil juga dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan kredit perbankan. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

13 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

14 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

18 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

18 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

22 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

24 hours ago