Friderica Widyasari Dewi akan menjalani fit and proper test ADK OJK di DPR 11 Maret 2026. (Foto: M. Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan aset asuransi pada 2026 berada di kisaran 5 hingga 7 persen..
“Aset program asuransi diperkirakanakan tumbuh 5 sampai 7 persen di 2026,” ujar Pejabat pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi dalam Pertemuan Tahunan Industri jasa Keuangan 2026, Kamis, 5 Februari 2026.
Selain asuransi, OJK juga menargetkan pertumbuhan aset dana pensiun sebesar 10-12 persen, aset penjaminan 14-16 persen, serta piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan di kisaran 6-8 persen pada 2026.
Baca juga: OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026
Dari sektor pasar modal, penghimpunan dana ditargetkan mencapai Rp250 triliun pada 2026. Sementara itu, permintaan skor kredit melalui innovative credit scoring ditargetkan mencapai 200 juta, nilai transaksi aggregator sebesar Rp27 triliun, serta jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto diproyeksikan tumbuh 26 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Friderica menyatakan bahwa target tersebut telah mempertimbangkan tantangan dan peluang yang dihadapi industri, serta kebijakan yang saat ini dijalankan OJK.
“Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dan juga kebijakan yang saat ini kita ambil maka kita optimis kinerja sektor keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan di tahun 2026,” ungkap Friderica.
Baca juga: OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan
Meski demikian, ia menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan industri jasa keuangan agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG menguat signifikan 3,39% ke level 7.207 pada sesi I, didorong sentimen positif… Read More
Poin Penting Kemenkop dan MUI berkolaborasi untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi berbasis syariah.… Read More
Poin Penting: Pemerintah menahan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah perlambatan… Read More
Poin Penting Adira Finance membagikan dividen Rp772,37 miliar (Rp630/saham) atau sekitar 50 persen dari laba… Read More
Poin Penting Pemerintah menyiapkan injeksi likuiditas Rp100 triliun ke bank-bank Himbara untuk menjaga stabilitas sistem… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut usulan pengadaan motor listrik dan komputer untuk… Read More