Keuangan

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting

  • OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor keuangan.
  • Aset dana pensiun dan penjaminan diproyeksikan tumbuh dua digit, masing-masing 10-12 persen dan 14-16 persen.
  • Penghimpunan dana pasar modal ditargetkan Rp250 triliun, dengan pertumbuhan kuat di keuangan digital dan aset kripto.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan aset asuransi pada 2026 berada di kisaran 5 hingga 7 persen..

“Aset program asuransi diperkirakanakan tumbuh 5 sampai 7 persen di 2026,” ujar Pejabat pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi dalam Pertemuan Tahunan Industri jasa Keuangan 2026, Kamis, 5 Februari 2026.

Selain asuransi, OJK juga menargetkan pertumbuhan aset dana pensiun sebesar 10-12 persen, aset penjaminan 14-16 persen, serta piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan di kisaran 6-8 persen pada 2026.

Baca juga: OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Dari sektor pasar modal, penghimpunan dana ditargetkan mencapai Rp250 triliun pada 2026. Sementara itu, permintaan skor kredit melalui innovative credit scoring ditargetkan mencapai 200 juta, nilai transaksi aggregator sebesar Rp27 triliun, serta jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto diproyeksikan tumbuh 26 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Optimisme OJK di Tengah Tantangan

Friderica menyatakan bahwa target tersebut telah mempertimbangkan tantangan dan peluang yang dihadapi industri, serta kebijakan yang saat ini dijalankan OJK.

“Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dan juga kebijakan yang saat ini kita ambil maka kita optimis kinerja sektor keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan di tahun 2026,” ungkap Friderica.

Baca juga: OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Meski demikian, ia menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan industri jasa keuangan agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

21 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

2 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

3 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

4 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

5 hours ago