Selain itu, kata Nelson, pembangunan infrastruktur yang saat ini terus digenjot pemerintah juga diproyeksi akan ikut mendorong pertumbuhan kredit perbankan di 2017. Seiring dengan hal tersebut, dirinya meyakini di tahun depan tingkat konsumsi masyarakat juga diprediksi membaik.
“Karena, daya beli kan pasti akan meningkat dengan banyaknya sekarang dana masuk ke perbankan, jadikan pasti engine-nya itu kan semakin besar,” ucap Nelson.
(Baca juga : Likuiditas Ketat, Bunga Kredit Masih Double Digit)
Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa OJK sangat berharap besar pada Program Tax Amnesty yang digagas pemerintah. Dengan adanya dana repatriasi yang masuk ke perbankan, maka likuiditas perbankan juga akan berlimpah, sehingga bank dapat meningkatkan penyaluran kreditnya.
“Ya mudah-mudahan tax amnesty ini bisa sesuai dengan harapan. Karena ini sudah kelihatan di akhir bulan September itu sudah tinggi sekali,” tutup Nelson. (*)
Editor: Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More
Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,50 persen ke level 8.396,08 pada Senin (23/2/2026), dengan 468 saham… Read More
Poin Penting KPK menyatakan Menag Nasaruddin Umar bebas sanksi pidana karena melaporkan dugaan gratifikasi jet… Read More
Poin Penting E-wallet berkembang optimal melalui kolaborasi lintas platform dan bukan sekadar transformasi menjadi super… Read More
Poin Penting OJK Jambi awasi ketat tindak lanjut PT Bank Pembangunan Daerah Jambi pascagangguan ATM… Read More