Categories: News UpdatePerbankan

OJK Siapkan Langkah Sistemik Dorong Kredit UMKM

Poin Penting

  • OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7-9 persen.
  • Pertumbuhan kredit UMKM dinilai belum menggembirakan, sehingga OJK menyiapkan langkah sistemik, termasuk kebijakan baru dan pembentukan organisasi khusus UMKM.
  • Pengawasan pertumbuhan kredit difokuskan per bank, dengan target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang masih bisa dinegosiasikan dan dipantau secara terstruktur.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 10-12 persen pada 2026. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) diproyeksikan tumbuh 7-9 persen pada tahun yang sama.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan target pertumbuhan tersebut mencakup seluruh segmen kredit, termasuk korporasi, UMKM, dan segmen lainnya.

“Namun, terkait kredit UMKM saat ini memang berada pada posisi pertumbuhan yang kurang menggembirakan. Untuk itu, kami sedang menyiapkan berbagai upaya yang lebih sistemik guna mengatasi persoalan tersebut,” ujar Dian, dalam wawancara cegat usai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026, di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

“Ke depan, seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, kami akan tetap fokus pada kualitas, meskipun pertumbuhan kredit tetap kami pacu,” sambungnya.

Baca juga: OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Dian menegaskan, OJK tidak hanya menilai UMKM dari sisi portofolio kredit, tetapi juga memperhatikan kondisi sektor tersebut secara menyeluruh.

Saat ini, regulator tengah menyiapkan sejumlah langkah dan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan kredit UMKM.

“Kami juga sedang membangun organisasi tersendiri untuk mendukung pengembangan UMKM,” tambahnya.

Baca juga: OJK Dorong KUB BPD Tingkatkan Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

Pengawasan Kredit Fokus per Bank

Selain itu, OJK mengarahkan pengawasan pertumbuhan kredit pada masing-masing bank. Menurut Dian, proses negosiasi target pertumbuhan kredit dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) masih berlangsung, termasuk peluang penetapan target yang lebih tinggi.

“Saat ini masih ada ruang negosiasi, termasuk untuk target yang lebih tinggi. Ke depan, seluruh kegiatan tersebut akan dikoneksikan dengan aktivitas perbankan. Dengan demikian, pencapaian target bank dapat dipantau secara lebih terstruktur dari waktu ke waktu,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

1 hour ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

3 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

3 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

4 hours ago

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

5 hours ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

6 hours ago