OJK Siap Uji Coba Perdagangan Bursa Karbon Tahun Ini

Jakarta – Undang-Undang (UU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang baru disahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini, memandatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi implementasi bursa karbon.

OJK telah menargetkan bahwa bursa karbon dijadwalkan meluncur pada 2024. Sebagai langkah awal, OJK akan melakukan trail atau uji coba bursa pada tahun ini.  

“Tahun ini, kami akan melakukan trail (uji coba ) proses perdagangan bursa karbon,” ungkap Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK saat di sela-sela event Infobank Green Golf 2023 di Jakarta, akhir pekan ini.

Dia berharap, bursa karbon ini dapat mendukung rencana pemerintah dalam memenuhi kewajiban terhadap komitmen perjanjian iklim. “Ini juga kewajiban kita semua untuk membangun dan melestarikan kekayaan alam kita,” jelas Mahendra.

Dia melihat bahwa komunitas keuangan semakin kompak. Terutama ikut terlibat dalam aktivitas penghijauan alam di Tanah Air. “Saya melihat keguyuban komunitas keuangan, sekaligus ikut memberikan kontribusinya terhadap alam kita yang luar biasa ini,” tambah Mahendra.

Bursa karbon sendiri merupakan suatu sistem yang mengatur perdagangan karbon dan/atau catatan kepemilikan unit karbon. Perdagangan karbon merupakan mekanisme berbasis pasar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kegiatan jual beli unit karbon.

Ada dua pilihan model bursa karbon yang selama dianut. Pertama, bursa karbon yang menempel dengan bursa efek Indonesia (BEI) dan kedua dibentuk bursa khusus jual beli efek berbasis karbon. OJK sendiri belum menentukan model bursa karbon yang akan dimplementasikannya di Indonesia.(*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Galih Pratama

Recent Posts

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

25 mins ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

1 hour ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

1 hour ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

2 hours ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

2 hours ago