Ilustrasi industri BPR. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah menyetujui konsolidasi terhadap 130 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) sepanjang 2025.
Kepala Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa hingga 10 Desember 2025, OJK telah menyelesaikan persetujuan penggabungan BPR dan BPRS dalam rangka konsolidasi dari 130 BPR/BPRS menjadi 45 BPR/BPRS.
“Sampai dengan posisi 10 Desember 2025, OJK telah menyelesaikan persetujuan penggabungan BPR/S dalam rangka konsolidasi dari 130 BPR/S menjadi 45 BPR/S,” ujar Dian dalam jawaban tertulis, dikutip, Rabu, 24 Desember 2025.
Baca juga: Aturan Baru Paylater Resmi Berlaku, Ini Ketentuan dari OJK
Selain konsolidasi yang telah disetujui, OJK saat ini juga tengah memproses penggabungan lanjutan terhadap 226 BPR/BPRS yang ditargetkan menjadi 79 BPR/BPRS.
Langkah konsolidasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan struktur perbankan rakyat agar lebih sehat, efisien, dan berdaya saing.
Baca juga: OJK Optimistis Kinerja Perbankan 2026 Tetap Positif, Ini Alasannya
Tak hanya BPR, OJK juga melakukan konsolidasi pada Bank Pembangunan Daerah (BPD). OJK tercatat telah menyelesaikan perizinan Kelompok Usaha Bank (KUB) untuk 10 BPD yang tergabung dalam 4 Grup KUB.
“OJK telah menyelesaikan perizinan KUB (Kelompok Usaha Bank) untuk 10 (sepuluh) BPD yang tergabung ke dalam 4 (empat) Grup KUB,” jelasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More
Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More
Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More
Kampanye sekaligus sebagai sosialisasi positioning BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia dan mengajak masyarakat… Read More
Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More
Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More