Perbankan

OJK: Setoran Rp3 Triliun Dato’ Sri Tahir Perkuat Modal Bank Mayapada

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencatat itikad baik dari Bank Mayapada dalam pemenuhan penguatan permodalan bank. Pada akhir Juni 2023 lalu, pemegang saham Bank Mayapada telah merealisasikan komitmen penguatan permodalan dengan melakukan tambahan setoran modal sejumlah Rp3 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyebutkan setoran permodalan tersebut akan membantu perbaikan kinerja Bank pada saat ini dan di waktu yang akan datang.

“Disamping itu, Bank perlu melakukan langkah-langkah penguatan permodalan untuk mendukung peningkatan kinerja dan pengembangan usaha,” ujar Dian dalam keterangannya kepada Infobanknews, Rabu 12 Juli 2023.

Baca juga: Jreng! Dato’ Sri Tahir Setor Modal Jumbo Rp3 Triliun ke Bank Mayapada

Selanjutnya, terkait penyelesaian kasus aset bermasalah sebagai akibat wan prestasi debitur, OJK juga akan terus memantau dan mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.

Dian melanjutkan, kasus sengketa perdata antara suatu bank dan nasabah dapat saja terjadi dari waktu ke waktu, sehingga OJK mengharapkan masyarakat dan media dapat lebih bijak dan rasional dalam menyikapi persoalan tersebut sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif bagi bank.

“Ke depan, OJK juga meminta media untuk terus bersama menjaga iklim dan situasi perbankan yang kondusif sehingga dapat menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia,” kata Dian.

Menurut catatan Biro Riset Infobank, dengan setoran modal Rp3 triliun akan meningkatkan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 15 persen dan meningkatkan modal sendiri (modal inti ditambah cadangan) menjadi sebesar Rp18 triliun.

Baca juga: Ted Sioeng, Debitur “Sontoloyo” Pulanglah Selesaikan Kredit Macetmu di Bank Mayapada

Selain itu, pemegang saham selalu komitmen untuk terus membesarkan Bank Mayapada dengan komitmen setoran modal sehingga bank terus berkembang,”Saya sebagai pemegang saham pengendali punya komitmen kuat dengan membesarkan bank ini dengan bukti setoran modal,” kata Dato’ Sri Tahir kepada Infobank beberapa waktu lalu.

Lebih jauh menurut catatan Infobank, pemegang saham punya komiten dan kooperatif. Juga, selain dukungan pemegang saham berupa tambahan modal, dari nasabah dengan peningkatan dana pihak ketiga menjadi kekuatan bagi perkembangan Bank Mayapada saat ini, dan tentu dukungan dari OJK dalam pengawasan dan pembinaan selama ini.

Dian menambahkan, saat ini OJK sedang fokus dalam upaya penegakan integritas sistem perbankan dan keuangan secara menyeluruh, serta menutup celah potensi terjadinya kejahatan ekonomi melalui rekayasa hukum dan/atau keuangan yang berpotensi mengganggu integritas sistem Perbankan dan stabilitas sistem keuangan Indonesia. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

1 hour ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

2 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

3 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

4 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

5 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

5 hours ago