Perbankan

OJK ‘Sentil’ Rasio Dividen Bank Kegedean, Ini Respon BCA

Jakarta – Belakangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyentil industri perbankan yang menilai besaran rasio dividend payout ratio yang digelontorkan kepada pemegang saham terlalu besar.

Pasalnya, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih krusial seperti investasi dalam transformasi dan inovasi digital. Terutama memperkuat sistem keamanan siber di sektor perbankan.

Menyikapi hal tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, sebagai perbankan nasional, BCA pada prinsipnya akan selalu memperhatikan kebijakan dan saran dari pemerintah, regulator, dan otoritas perbankan dalam mendukung praktik perbankan dengan asas kehati-hatian.

Sehubungan dengan pembagian dividend payout ratio, Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pihaknya akan senantiasa mengkaji dividend payout ratio untuk menjaga keseimbangan antara posisi permodalan yang kokoh, pengembangan bisnis bank maupun entitas anak.

“Termasuk pemutakhiran standar dan teknologi keamanan, dan memperhatikan kepentingan pemegang saham,” jelasnya, saat dihubungi Infobanknews, Jumat, 7 Juli 2023.

Baca juga: Terlalu Besar, Rasio Dividen Perbankan Perlu Diatur

Ia menegaskan, BCA berkomitmen untuk mengelola likuiditas dan pencadangan kredit secara pruden mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam penerapan manajemen risiko.

Perlu diketahui, BCA sendiri menjadi salah satu dari empat emiten big caps yang mengguyur dividen jumbo kepada pemegang sahamnya. 

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Bank BCA mendapatkan laba bersih selama tahun buku 2022 sebesar Rp40,7 triliun.

RUPST juga memutuskan penggunaan laba antara lain dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp205 per saham. Adapun manajemen BCA telah memutuskan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp25,3 triliun.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar khawatir pembagian dividen jumbo bisa menghambat bank untuk melakukan investasi, terutama dalam mendukung transformasi dan inovasi yang sangat dibutuhkan.

“Juga untuk memperkuat sistem perbankan dari serangan siber, pengembangan SDM maupun membentuk CKPN yang memadai dalam menjaga proses exit dari restukturisasi dari pandemi secara mulus,” ujar Mahendra dalam Rapat Umum Anggota IBI 2023, Selasa 4 Juli 2023.

Baca juga: OJK Soroti Rasio Dividen Perbankan Terlalu Tinggi, Begini Tanggapan BSI

Oleh karenanya, di tengah ketidakpastian global, dia mengimbau kepada pelaku perbankan untuk tetap berdaya tahan dalam menghadapi tantangan ke depan. Dengan melakukan langkah-langkah penguatan dari sisi manajemen risiko, adaptasi teknologi dan peningkatan kualitas SDM. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Tersangka Tanpa Aliran Dana, Sebuah Kisah Pilu “Yuddy Renaldi” di Balik Kasus Dana Iklan BJB

Oleh Tim Infobank DI RUANG pemeriksaan dan lorong-lorong Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),… Read More

1 hour ago

KPK Tetapkan Wali Kota Madiun Maidi Tersangka Pemerasan dan Gratifikasi

Poin Penting Wali Kota Madiun Maidi jadi tersangka KPK atas dugaan pemerasan proyek, dana CSR,… Read More

6 hours ago

Bupati Pati dan 3 Kades Jadi Tersangka, KPK Bongkar Kasus Pemerasan Calon Perangkat Desa

Poin Penting Bupati Pati Sudewo dan 3 Kades ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dugaan pemerasan… Read More

6 hours ago

Masuki Fase Titik Balik, Bank Muamalat Bidik Pertumbuhan Agresif pada 2026

Poin Penting Bank Muamalat bidik pertumbuhan agresif 2026 dengan pembiayaan tumbuh 60% dan dana pihak… Read More

7 hours ago

Medan Ekstrem, Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp2,5 M untuk Operasi SAR Pesawat ATR

Poin Penting Pemprov Sulsel mengalokasikan dana Rp2,5 miliar untuk mendukung operasi pencarian pesawat ATR 42-500… Read More

7 hours ago

Generali Indonesia Umumkan Pemenang “Youth Empowerment Social Media Competition”

Generali Indonesia menggelar Youth Empowerment Social Media Competition, sebuah inisiatif yang mengajak generasi muda dan… Read More

8 hours ago