Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera menerbitkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan. Jika tidak ada aral melintang, menurut Tony, Deputi Direktur Basel dan Perbankan Internasional, Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, aturan ini akan dirilis pada akhir Oktober 2021.
“Kalau tidak ada kendala besar, akhir bulan ini kita launching,” ujar Tony saat webinar yang diselenggarakan Infobank Institute dengan tema, “Digital Banking Outlook 2022: Open Banking Transforming Business Models,” Selasa, 5 Oktober 2021.
OJK berharap, bahwa cetak biru ini akan menjadi acuan yang lebih konkrit dalam menyongsong digitalisasi perbankan ke depan. Menurut Tony, aturan ini adalah respon regulator untuk meminimalisir tantangan pada sektor perbankan yang semakin digital.
“Cetak biru ini secara umum berisi 5 elemen. Pertama, baik itu mengenai data, atau data protection, data transfer, data governance. Kita juga mengatur soal teknologi, baik itu IT governance dan juga adopsi teknologi terkini,” jelasnya.
Melalui Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, OJK ingin agar landasan perbankan semakin kuat dalam melakukan digitalisasi. Sehingga setiap bank paham mengenai hal-hal apa saja yang perlu disiapkan dan harus dilakukan sebelum terjun memberikan layanan perbankan digital ke masyarakat. Dengan begitu, kasus-kasus fraud dan penyalahgunaan teknologi bisa diminimalisir. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More