Bank Besar; Berdampak sistemik. (Foto: Dok. Infobank)
Bandung–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera merilis daftar Domestic Systematicly Important Bank (DSIB) atau bank berdampak sistemik. Namun demikian, OJK tidak memiliki hak untuk mempublikasikan daftar bank tersebut.
“DSIB kita sampaikan ke FKSSK (Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan), nanti bagian dipublikasikan nanti itu tergantung FKSSK,” tutur Kepala Departemen Manajemen Krisis OJK, Dhani Gunawan Idat di Bandung, akhir pekan lalu.
FKSSK sendiri merupakan forum pengawal stabilitas sistem keuangan nasional yang berisikan beberapa lembaga antara lain Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK dan Lembaga Penjaminan Simpanan.
Dhani menambahkan, bahwa OJK sendiri bakal melakukan scoring kepada semua bank dan melihat seberapa besar keterkaitan bank tersebut terhadap sistem keuangan.
Bank-bank yang dari penilaian merupakan bank berdampak sistemik akan masuk daftar DSIB. Semakin besar keterkaitan atau dampak sistemiknya akan dikenakan penambahan modal inti semakin besar. Adapun kriteria bank tersebut di antaranya adalah berskala besar, banyak nasabah dan banyak bertransaksi ke bank lain.
“DSIB itu kriteria bukan dari BUKU, ada kelompok untuk capital surcharge (modal tambahan) mana yang sistemiknya paling tinggi sampai rendah. Ada yang tidak sistemik. Ada nilai scoring-nya ada 4 golongan berpengaruh ke capital surcharge, paling besar 2,5% (tambahan CAR),” tandas Dhani. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More