Keuangan

OJK Sebut Skema Student Loan Hanya untuk Alternatif Pembayaran UKT Mahasiswa

Palembang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut skema student loan atau pinjaman bagi mahasiswa sebagai alternatif pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) dan perlu dikaji lebih dalam oleh industri pembiayaan maupun perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, student loan hanya menjadi salah satu alternatif bagi para mahasiswa di Indonesia untuk mendapatkan pendidikan di tingkat sarjana.

Baca juga: Soroti Kenaikan UKT, Wapres Tekankan Pembiayaan Proporsional

“Nah sekarang yang udah ada kan banyak untuk S2, S3. Tapi yang kita dorong untuk alternatif itu kepada S1-nya. Ini juga sebenarnya kita dorong supaya bagaimana semua rakyat Indonesia ini bisa berkuliah sampai S1 lulus gitu loh,” katanya usai Harvesting Gernas Sumatera Selatan dikutip, 27 Mei 2024.

Menurutnya, alternatif pendanaan ataupun produk jasa keuangan seperti student loan tersebut jika penggunaannya tepat sasaran, maka akan memiliki dampak yang positif seperti mempermudah masyarakat, dan semakin meningkatkan kesejahteraan.

Baca juga: Gelar Harvesting Gernas, OJK Dorong UMKM Jadi Pilar Utama Ekonomi Nasional

“Jadi banyak produk yang membuat misalnya banyak menjadi sengketa, orang protes dan lain-lain. Sebenarnya produk itu gak cocok bagi konsumen. Jadi tiap produk itu tidak tentu cocok untuk semua orang,” imbuhnya.

Meski begitu, untuk mencapai hal tersebut tidak mudah dan memerlukan waktu yang panjang, untuk mengkaji anggaran-angarannya hingga syarat dan ketentuannya.

“Supaya bisa kuliah dengan baik dan lulus gitu misalnya term and condition-nya dipermudah. Misalnya nanti kalau membayar nanti setelah dia bisa bekerja dan lain-lain. Jadi bisa dibahas lah untuk semua pihak bisa win-win gitu,” pungkasnya. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

12 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

14 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

2 hours ago