Keuangan

OJK Sebut Program Asuransi Wajib TPL Kendaraan Bermotor Masih Tunggu PP

Jakarta – Implementasi program asuransi wajib third party liability (TPL) masih menunggu penyelesaian Peraturan Pemerintah (PP) yang sedang digodok di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Iwan Pasila, menyampaikan bahwa OJK baru dapat mengambil langkah lanjutan setelah PP tersebut diterbitkan.

“Kita masih menunggu. Jadi, apa namanya, nanti begitu PP-nya keluar, kemudian kita siapkan industrinya,” ujar Iwan saat ditemui usai acara talkshow BPJS Kesehatan di Jakarta, Kamis, 12 Desember 2024.

Menurut Iwan, saat ini industri asuransi telah mulai berdiskusi terkait persiapan program TPL. Namun, perkembangan lebih lanjut masih tergantung pada rincian mekanisme yang akan diatur dalam PP tersebut.

“Karena mekanisme fiturnya seperti apa, itu kan ada di PP ya. Dan itu belum ada. Jadi, kita nggak bisa juga kemudian berandai-andai,” tambahnya.

Baca juga: Jasaraharja Putera Siap jadi Inisiator Asuransi TPL
Baca juga: Inflasi Medis Menghantui, Allianz Life Indonesia Siapkan Berbagai Langkah dan Strategi

Program asuransi wajib tersebut dilatarbelakangi oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang menyatakan dapat membentuk Program Asuransi Wajib sesuai kebutuhan masyarakat.

Di antaranya mencakup asuransi kendaraan berupa tanggung jawab hukum pihak ketiga atau third party liability (TPL) terkait kecelakaan lalu lintas, asuransi kebakaran, dan asuransi rumah tinggal terhadap risiko bencana.

Baca juga: Dugaan Diskriminasi Jasa Pengiriman, Pengamat:  Belum Ada Perubahan Perilaku Marketplace usai Putusan KPPU
Baca juga: RI Ketinggalan, Asuransi Wajib TPL Sudah Lama Diterapkan di Negara Lain

Program TPL ini diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Namun, OJK dan pelaku industri asuransi memerlukan kejelasan regulasi agar implementasi dapat berjalan efektif dan sesuai harapan. (*) Alfi Salima Puteri

Yulian Saputra

Recent Posts

Pengguna Jago Terhubung Bibit-Stockbit Tembus 3 Juta, Investasi Naik 80 Persen

Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More

2 hours ago

OJK Tekankan Transparansi dalam Reformasi Pasar Modal RI

Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More

4 hours ago

Sibuk Kerja dan Kejar Deadline?

Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More

4 hours ago

IHSG Masih Tertekan, OJK Minta Investor Pasar Modal Tetap Tenang

Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More

6 hours ago

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng KONI, Klaim Atlet Tembus Rp31 Miliar

Poin Penting BPJS Ketenagakerjaan dan KONI memperluas perlindungan atlet, dengan 265 ribu pelaku olahraga terdaftar… Read More

6 hours ago

Simak! Ini Hasil Pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI

Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More

6 hours ago