Konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026. (Foto: Khoirifa)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sektor jasa keuangan nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya tensi perdagangan global hingga akhir 2025.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan, stabilitas tersebut tecermin dari pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 9,6 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp8.585 triliun.
“Utamanya didorong oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi 20,81 persen dan diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 26,58 persen, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 4,52 persen,” kata Mahendra dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca juga: 1.399 ATM Tutup dalam Setahun, OJK Ungkap Penyebabnya
Kemudian, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) untuk gross sebesar 2,05 persen dan untuk net sebesar 0,79 persen, sementara itu Loan at Risk (LAR) juga relatif stabil di level 8,72 persen yoy.
“Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh 13,83 persen untuk tahunannya menjadi Rp10.059 triliun, dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh 19,13 persen, 8,19 persen, dan 14,28 persen,” imbuhnya.
Di samping itu, pasar saham dalam negeri juga menunjukkan kinerja positif pada triwulan IV 2025 seiring terjaganya kinerja perekonomian nasional dan membaiknya sentimen global.
Hal itu tecermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup per 30 Desember 2025 pada tingkat 8.646,94 yang artinya menguat 7,27 persen secara kuartal per kuartal dan naik 22,13 persen untuk setahunnya.
“Perkembangan itu ditopang oleh rata-rata nilai transaksi harian saham yang meningkat signifikan, serta non-residen yang melakukan net buy di pasar saham sebesar Rp37,4 triliun,” ujar Mahendra.
Baca juga: OJK Cabut Izin Usaha Varia Intra Finance, Ini Alasannya
Lalu, sepanjang 2025, nilai penawaran umum di pasar modal domestik mencapai Rp274,8 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp259,24 triliun.
Selanjutnya dari sisi sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun, aset industri asuransi per Desember 2025 mencapai Rp1.201,96 triliun atau tumbuh 6,01 persen.
Di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per Desember 2025 tumbuh 11,35 persen menjadi senilai Rp1.679,46 triliun, dengan aset dana pensiun program sukarela sebesar Rp411,29 triliun atau tumbuh 7,52 persen.
Adapun, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 0,61 persen pada Desember 2025 untuk setahunnya dengan nominal sebesar Rp506,5 triliun, didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh 10,06 persen.
Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,51 persen dan net 0,77 persen. Gearing ratio perusahaan pembiayaan masih berada pada level memadai dan tercatat 2,18 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan tema “Menguat dalam Kebersamaan, Tumbuh dengan Keberkahan” di Kantor Pusat KB Bank, Jakarta,… Read More
Poin Penting: Longsor gunungan sampah di Bantargebang menewaskan empat orang dan kembali menyoroti krisis pengelolaan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan 9 Maret 2026.… Read More
Poin Penting: Status Siaga 1 TNI merupakan tingkat kesiapan tertinggi di militer yang menandakan pasukan,… Read More
Poin Penting Pemerintah akan mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia selama satu bulan sebelum menentukan kebijakan… Read More
Poin Penting RUPST BNI menyetujui pembagian dividen Rp13,02 triliun dari laba bersih 2025. Nilai tersebut… Read More