Keuangan

OJK Sebut Industri Keuangan Nasional Tetap Solid, Ini Penjelasannya

Poin Penting

  • Sektor jasa keuangan tetap stabil, kredit perbankan tumbuh 9,6% yoy dengan kualitas kredit terjaga.
  • Pasar saham menguat signifikan, IHSG naik 22,13% sepanjang 2025 dengan net buy asing Rp37,4 triliun.
  • Asuransi, dana pensiun, dan pembiayaan solid, aset asuransi dan dana pensiun tumbuh, risiko tetap terkendali.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sektor jasa keuangan nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya tensi perdagangan global hingga akhir 2025.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan, stabilitas tersebut tecermin dari pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 9,6 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp8.585 triliun.

“Utamanya didorong oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi 20,81 persen dan diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 26,58 persen, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 4,52 persen,” kata Mahendra dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca juga: 1.399 ATM Tutup dalam Setahun, OJK Ungkap Penyebabnya

Kemudian, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) untuk gross sebesar 2,05 persen dan untuk net sebesar 0,79 persen, sementara itu Loan at Risk (LAR) juga relatif stabil di level 8,72 persen yoy.

“Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh 13,83 persen untuk tahunannya menjadi Rp10.059 triliun, dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh 19,13 persen, 8,19 persen, dan 14,28 persen,” imbuhnya.

Pasar Saham dan Penghimpunan Dana Menguat

Di samping itu, pasar saham dalam negeri juga menunjukkan kinerja positif pada triwulan IV 2025 seiring terjaganya kinerja perekonomian nasional dan membaiknya sentimen global. 

Hal itu tecermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup per 30 Desember 2025 pada tingkat 8.646,94 yang artinya menguat 7,27 persen secara kuartal per kuartal dan naik 22,13 persen untuk setahunnya. 

“Perkembangan itu ditopang oleh rata-rata nilai transaksi harian saham yang meningkat signifikan, serta non-residen yang melakukan net buy di pasar saham sebesar Rp37,4 triliun,” ujar Mahendra.

Baca juga: OJK Cabut Izin Usaha Varia Intra Finance, Ini Alasannya

Lalu, sepanjang 2025, nilai penawaran umum di pasar modal domestik mencapai Rp274,8 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp259,24 triliun.

Asuransi, Dana Pensiun, dan Pembiayaan Tetap Solid

Selanjutnya dari sisi sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun, aset industri asuransi per Desember 2025 mencapai Rp1.201,96 triliun atau tumbuh 6,01 persen.

Di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per Desember 2025 tumbuh 11,35 persen menjadi senilai Rp1.679,46 triliun, dengan aset dana pensiun program sukarela sebesar Rp411,29 triliun atau tumbuh 7,52 persen. 

Adapun, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 0,61 persen pada Desember 2025 untuk setahunnya dengan nominal sebesar Rp506,5 triliun, didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh 10,06 persen.

Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,51 persen dan net 0,77 persen. Gearing ratio perusahaan pembiayaan masih berada pada level memadai dan tercatat 2,18 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

9 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

14 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

14 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

15 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

15 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

15 hours ago