Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan sistem elektronik perizinan dan registrasi pasar modal yang mengarah pada konsep integrasi perizinan. Langkah OJK ini untuk merespons keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait revolusi perizinan yang singkat dan efisien.
“Peluncuran Sistem Elektronik Perizinan dan Registrasi di Pasar Modal merupakan bagian dari respons OJK terhadap langkah pemerintah terkait revolusi perizinan,” ujar Kepala Departemen Sistem Informasi OJK, Listyati Achwas di Jakarta, Selasa, 31 Mei 2016.
Lystyati mengungkapkan, peluncuran Sistem Elektronik Perizinan dan Registrasi di Pasar Modal ini, merupakan bagian awal dari grand design Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (Sprint) di Pasar Modal. “Pada 2018 diharapkan bisa di-launching,” tukasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, M Noor Rachman menambahkan, pemberlakuan sistem ini bertujuan agar proses pendaftaran, perizinan dan pelaporan di pasar modal bisa lebih mudah, cepat, efisien dan terukur.
“Sistem yang diluncurkan saat ini merupakan tahap pertama dari penerapan perizinan terintegrasi. Nantinya sistem ini akan dibuatkan Surat Edaran OJK dan selanjutnya akan berjalan secara baik pada enam bulan ke depan,” paparnya.
Lebih lanjut dirinya menyebutkan, bahwa sistem perizinan dan registrasi secara elektronis ini diyakini akan meningkatkan efektivitas kerja dan jumlah pemilik lisensi serta jumlah produk di pasar modal.
Sebagai tahap awal implementasi sistem ini, kata dia, diperuntukan bagi wakil agen penjual efek reksa dana, wakil perusahaan efek, agen penjual efek reksa dana serta pendaftaran, pembubaran dan pelaporan produk pengelolaan investasi, seperti reksa dana, KIK-DIRE, KIK-EBA dan EBA-SP. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting IHSG menguat signifikan 3,39% ke level 7.207 pada sesi I, didorong sentimen positif… Read More
Poin Penting Kemenkop dan MUI berkolaborasi untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi berbasis syariah.… Read More
Poin Penting: Pemerintah menahan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah perlambatan… Read More
Poin Penting Adira Finance membagikan dividen Rp772,37 miliar (Rp630/saham) atau sekitar 50 persen dari laba… Read More
Poin Penting Pemerintah menyiapkan injeksi likuiditas Rp100 triliun ke bank-bank Himbara untuk menjaga stabilitas sistem… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut usulan pengadaan motor listrik dan komputer untuk… Read More