News Update

OJK Restui Bank OCBC Jadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan

Poin Penting

  • OJK menetapkan Bank OCBC NISP sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) untuk Konglomerasi Keuangan OCBC.
  • OCBC akan mengoordinasikan entitas keuangan seperti OCBC Sekuritas, Great Eastern Insurance & Life, serta OCBC NISP Ventura.
  • Manajemen menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, maupun keuangan perusahaan.

Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengumumkan bahwa pihaknya telah mendapatkan persetujuan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) untuk Konglomerasi Keuangan OCBC.

“Hasil Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Atas Persetujuan PT Bank OCBC NISP Tbk Sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional Atas Konglomerasi Keuangan OCBC,” tulis manajemen OCBC, dalam Keterbukaan Informasi BEI, Selasa, 30 September 2025. 

Baca juga: Jurus OCBC NISP Tarik Investor China Dorong Akselerasi Sektor Manufaktur RI

Dengan persetujuan tersebut, OCBC bertindak sebagai induk dari entitas keuangan yang berada dalam struktur konglomerasi, yaitu PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT Great Eastern General Insurance Indonesia, PT Great Eastern Life Indonesia, dan PT OCBC NISP Ventura.

Selanjutnya, OCBC akan melakukan pemenuhan kewajiban sesuai KADK OJK tersebut paling lambat dalam waktu satu tahun sejak keputusan diterbitkan.

“Selanjutnya, PT Bank OCBC NISP Tbk akan melakukan pemenuhan sesuai KADK OJK tersebut paling lama satu tahun sejak tanggal KADK OJK,” tambah keterangan manajemen.

Baca juga: Lewat Cara Ini, OCBC Dorong Kesetaraan Gender di Lingkungan Kerja

Manajemen NISP menuturkan, keputusan tersebut mempertegas peran bank yang beroperasi di sektor jasa perbankan ini sebagai pengendali utama konglomerasi OCBC.

Selain itu, Manajemen pun menegaskan, tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

3 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

3 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

4 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

4 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

5 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

6 hours ago