Nasional

OJK Respons Keputusan Fitch, Pastikan Sistem Keuangan Indonesia Tetap Stabil

Poin Penting

  • Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB, namun outlook diubah dari stabil menjadi negatif.
  • OJK memastikan fundamental sektor keuangan tetap kuat dengan permodalan tinggi, likuiditas memadai, dan risiko terkelola.
  • OJK melanjutkan reformasi pasar modal melalui Roadmap Pasar Modal 2023–2027 untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati keputusan Fitch Ratings yang mempertahankan peringkat kredit sovereign Indonesia di level BBB, dengan merevisi outlook dari stabil menjadi negatif.

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pihaknya bersama pemerintah dan otoritas terkait akan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga kondisi sektor keuangan tetap kondusif sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung stabil dan resilien.

“Sistem keuangan Indonesia juga tetap didukung oleh kerangka pengawasan yang kuat, dan kami akan terus melanjutkan reformasi struktural untuk meningkatkan transparansi, memperdalam pasar modal, serta memperkuat kepercayaan investor dalam jangka panjang,” kata Kiki sapaan akrabnya dalam keterangan resmi dikutip, Jumat, 6 Maret 2026.

Baca juga: Fitch Revisi Outlook RI Jadi Negatif, Bos BI Bilang Begini

Ia menegaskan bahwa fundamental sektor keuangan tetap kuat. Permodalan lembaga jasa keuangan berada jauh di atas ketentuan minimum, likuiditas tetap memadai, dan profil risiko terkelola secara prudent

“Intermediasi keuangan juga terus tumbuh sejalan dengan fundamental ekonomi, sehingga mendukung pembiayaan sektor produktif dan pembangunan jangka panjang,” imbuhnya.

Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan

Dalam hal ini, OJK menyebut reformasi struktural dalam Roadmap Pasar Modal 2023-2027 juga terus berjalan dengan kemajuan yang terukur. 

Reformasi tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan, penguatan ketentuan free float, penyempurnaan klasifikasi data investor, serta penegakan hukum yang tegas untuk memperkuat tata kelola dan integritas pasar.

Baca juga: Fitch Soroti Program MBG dan Danantara, Ini Respons Airlangga

OJK juga menilai penilaian Fitch yang menempatkan Indonesia relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara peers mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan serta ketahanan institusional Indonesia.

Alasan Fitch Revisi Outlook

Fitch Ratings menyebut revisi outlook tersebut mencerminkan perkembangan risiko eksternal dan kebijakan yang bersifat dinamis. Perubahan outlook itu juga tidak merepresentasikan penilaian ulang secara langsung terhadap fundamental kredit Indonesia maupun ketahanan sistem keuangan nasional.

Penegasan peringkat tersebut sekaligus menunjukkan pengakuan Fitch terhadap rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, prospek pertumbuhan yang tetap resilien, tingkat utang pemerintah yang moderat, serta fundamental ekonomi yang secara umum tetap kuat. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Strategi Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Keuangan Masyarakat

Poin Penting Satu dari tiga orang Indonesia menabung lebih sedikit atau tidak menabung sama sekali,… Read More

28 mins ago

Apindo: 51 Persen UMKM Sulit Akses Modal, 45 Persen Tak Berencana Ekspansi

Poin Penting Survei Apindo menunjukkan 51% UMKM masih kesulitan mengakses pembiayaan. Lebih dari 80% pelaku… Read More

45 mins ago

World Gold Council: Pelemahan Dolar AS Berpotensi Dongkrak Harga Emas

Poin Penting World Gold Council memproyeksikan harga emas mendapat dukungan dari tren pelemahan dolar AS… Read More

46 mins ago

Nobuya Kawasaki Diusulkan Jadi Dirut Danamon di RUPST Maret 2026, Ini Profilnya

Perubahan pengurus Danamon akan diajukan dalam RUPST pada 31 Maret 2026, termasuk pengakhiran masa jabatan… Read More

1 hour ago

Cinema XXI Raup Pendapatan Rp5,9 Triliun di 2025, Tumbuh 2,6 Persen

Poin Penting Pendapatan Cinema XXI pada 2025 mencapai Rp5,9 triliun, tumbuh 2,6 persen yoy; laba… Read More

1 hour ago

PGEO Rampungkan Proyek Pemipaan Kamojang, Perkuat Energi Bersih Nasional

Poin Penting PGEO menyelesaikan proyek pemipaan sumur KMJ-19.5 dan KMJ-30.3. Proyek tingkatkan kapasitas PLTP Kamojang… Read More

1 hour ago