News Update

OJK : Rekening yang Diblokir Terkait Jiwasraya sedang Diverifikasi

Bogor – Terkait dengan proses penanganan kasus Jiwasraya, Kejagung telah memblokir sekitar 800 sub rekening efek yang diduga berkaitan dengan dugaan korupsi Jiwasraya. Namun, dalam perjalanannya, pemblokiran ini kemudian berdampak pada sejumlah perusahaan asuransi jiwa yang tak bisa mencairkan klaim nasabahnya.

Sejumlah kalangan menyuarakan agar Kejagung membuka pemblokiran rekening itu supaya perusahaan-perusahaan asuransi jiwa yang rekeningnya diblokir tidak mengalami persoalan likuiditas.

Saat ini, menurut Hoesen, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) rekening efek yang diblokir itu sedang dalam tahap verifikasi.

“Sejauh yang kami ketahui, rekening-rekening itu sekarang sedang diverifikasi. Dalam time frame-nya mungkin sampai akhir bulan. Tapi, mudah-mudahan prosesnya bisa selesai minggu depan,” katanya, dalam pertemuan dengan sejumlah redaktur media massa di Sentul, Bogor, Sabtu, 15 Februari 2020.

Hoesen menambahkan, Kejagung juga sudah memanggil pihak-pihak yang keberatan atas pemblokiran rekening itu. “Kami harapkan pihak-pihak yang dipanggil itu bisa datang, sehingga proses verifikasi bisa cepat selesai,” imbuhnya.

Disampaikan juga oleh Hoesen, diharapkan akan segera ada kepastian dari hasil verifikasi. Sehingga proses penyidikan atas pemblokiran rekening itu bisa masuk ke tahap berikutnya. “Proses selanjutnya setelah verfikasi, nanti mungkin yang tidak terkait dengan Jiwasraya bisa dibuka blokirnya. Sedangkan yang terkait akan diproses lebih lanjut,” pungkasnya. (Ari Nugroho)

Dwitya Putra

Recent Posts

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

43 mins ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

1 hour ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

2 hours ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

2 hours ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

3 hours ago