Perbankan

OJK Ramal Permintaan Kredit di Kuartal I 2026 Tumbuh Positif, Apa Pendorongnya?

Poin Penting

  • OJK optimistis kredit tumbuh di kuartal I 2026, didorong momentum Ramadan dan Idulfitri yang secara historis meningkatkan aktivitas ekonomi dan konsumsi.
  • Permintaan kredit diproyeksi naik di segmen konsumsi dan modal kerja, seiring menguatnya sektor perdagangan, transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman.
  • Penurunan suku bunga dan membaiknya transmisi kebijakan moneter, ditambah percepatan belanja pemerintah dan investasi swasta, menjadi katalis tambahan akselerasi kredit awal 2026.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai permintaan kredit di kuartal I 2026 berpotensi tumbuh positif didorong oleh momentum Ramadan dan Idulfitri. Hal ini juga sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang positif pada keseluruhan tahun 2026.

“Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang positif di tahun 2026, OJK melihat permintaan kredit pada kuartal I-2026 memiliki potensi untuk tetap tumbuh positif,” ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Perbankan OJK dalam jawaban tertulis, dikutip, Senin, 26 Januari 2026.

Dian menjelaskan, secara historis, momentum Ramadan dan Idulfitri cenderung mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya konsumsi rumah tangga dan sektor-sektor produktif pendukung seperti perdagangan, transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman.

Baca juga: OJK: Kredit Macet Tanpa Fraud Tak Dapat Dipidana

“Momentum tersebut diharapkan akan meningkatkan permintaan kredit, baik pada segmen konsumsi maupun kredit modal kerja,” kata Dian.

Selain itu, transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik, tren penurunan suku bunga pinjaman, dan percepatan belanja pemerintah/investasi swasta juga menjadi pendorong akselerasi kredit di kuartal I 2026.

Baca juga: Bos BI: Kredit Nganggur Bank Masih Tinggi, Tembus Rp2.439,2 Triliun

“Faktor lainnya seperti transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik, tren penurunan suku bunga pinjaman, dan percepatan belanja pemerintah/investasi swasta juga diharapkan akan menjadi katalis untuk pertumbuhan kredit pada awal tahun 2026,” tambahnya.

Merujuk data Bank Indonesia (BI), kredit perbankan pada 2025 tumbuh sebesar 9,69 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06 persen (yoy), 4,52 persen (yoy), dan 6,58 persen (yoy). (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Gencarkan Program Cegah Stunting di Berbagai Daerah

Poin Penting BRI Peduli menjalankan program Cegah Stunting Itu Penting untuk mendukung pencegahan stunting di… Read More

57 mins ago

BPR Penuh Tantangan Tak Ringan, Ini Peluang Sempit yang Bisa Digarap BPR di Jawa Barat

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group BANK Perekonomian Rakyat (BPR) penuh tantangan. Satu… Read More

2 hours ago

Belajar dari Putusan Bebas Agus Fitrawan, Perkara Babay Farid Wazdi Dipertanyakan

Poin Penting Kasus Babay Farid Wazdi dalam pemberian kredit Rp150 miliar ke Sritex dinilai memiliki… Read More

4 hours ago

Awal Pekan, IHSG Dibuka Hijau ke Posisi 8.971

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,22 persen ke level 8.971,07 pada awal perdagangan 26 Januari… Read More

4 hours ago

Agus Fitrawan Bankir BPD Divonis Bebas, Majelis Hakim Nilai Sengketa Kredit Ranah Perdata

Poin Penting Majelis hakim membebaskan Agus Fitrawan karena perkara kredit Bank Sulselbar dinilai sebagai sengketa… Read More

5 hours ago

Harga Emas Hari Ini Senin (26/1): Galeri24 dan UBS Stagnan, Antam Meroket Lagi!

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS stagnan di Pegadaian pada Senin (26/1/2026), masing-masing bertahan… Read More

5 hours ago