Ilustrasi: Aplikasi AdaKami. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Permintaan pendanaan fintech peer-to-peer (P2P) lending alias pinjaman daring (pindar) diperkirakan melonjak selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengatakan, peningkatan ini merupakan fenomena tahunan yang didorong naiknya kebutuhan pembiayaan masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun modal usaha kecil menjelang Lebaran.
“Pada periode Ramadan, penyaluran pendanaan pindar cenderung menunjukkan peningkatan,” kata Agusman, dikutip Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menyebut, secara historis, pada periode Ramadan 2024 (Maret 2024), penyaluran pendanaan tumbuh 8,90 persen secara bulanan (mtm). Sementara itu, periode Ramadan 2025 (Maret 2025), penyaluran pendanaan meningkat 3,80 persen (mtm).
“Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Pendanaan Diprediksi Naik Selama Ramadan, AFPI Minta Pindar Perkuat Credit Control
Meski pendanaan pindar selama Ramadan menunjukkan tren positif, namun perusahaan pindar harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan agar menghindari risiko gagal bayar.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar menekankan pentingnya penguatan credit control serta analisis kelayakan kredit secara prudent dan sesuai ketentuan (comply).
“Kami mengimbau kepada anggota untuk lebih meningkatkan credit control kelayakan analisa pemberian kredit dengan prudent dan comply,” bebernya kepada Infobanknews.
Terpisah, Brand Manager PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Jonathan Kriss menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent lending) guna menjaga kualitas pembiayaan.
“Untuk memastikan penyaluran pendanaan yang sehat, AdaKami menerapkan strategi yang mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent lending) dan penguatan literasi keuangan,” jelas Jonathan, saat dihubungi Infobanknews, Kamis, 19 Februari 2026.
Baca juga: OJK Rilis Daftar Pindar Legal Terbaru, Simak Sebelum Ajukan Pinjaman
Pendekatan tersebut, kata dia, bertujuan agar pendanaan dimanfaatkan secara bijak dan sesuai dengan kemampuan bayar pengguna.
Untuk memastikan penyaluran dana tetap sehat, AdaKami memanfaatkan teknologi di setiap tahapan proses pembiayaan. Mulai dari electronic know your customer (e-KYC), pemanfaatan artificial intelligence (AI), hingga analisis big data dalam sistem credit scoring.
Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan melakukan penilaian profil risiko pengguna secara lebih akurat dan komprehensif, sehingga penyaluran pendanaan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Menurut Jonathan, integrasi teknologi dalam proses underwriting membantu perusahaan menjaga kualitas pembiayaan serta mempertahankan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) pada level yang sehat.
“Melalui penyaluran pendanaan yang berkualitas dan berkelanjutan, AdaKami berkomitmen untuk memastikan kebutuhan pembiayaan masyarakat terpenuhi secara bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More
Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More
Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More
Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More
Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More
Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More