News Update

OJK: Ramadan Jadi Pendorong Pembiayaan Pindar

Poin Penting

  • Ramadan dorong lonjakan pindar: OJK mencatat penyaluran P2P lending naik saat Ramadan; 2024 tumbuh 8,90% (mtm) dan 2025 naik 3,80% (mtm).
  • Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia minta pelaku perkuat credit control untuk cegah gagal bayar.
  • PT Pembiayaan Digital Indonesia optimalkan e-KYC, AI, dan big data demi jaga kualitas pembiayaan.

Jakarta – Permintaan pendanaan fintech peer-to-peer (P2P) lending alias pinjaman daring (pindar) diperkirakan melonjak selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengatakan, peningkatan ini merupakan fenomena tahunan yang didorong naiknya kebutuhan pembiayaan masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun modal usaha kecil menjelang Lebaran.

“Pada periode Ramadan, penyaluran pendanaan pindar cenderung menunjukkan peningkatan,” kata Agusman, dikutip Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menyebut, secara historis, pada periode Ramadan 2024 (Maret 2024), penyaluran pendanaan tumbuh 8,90 persen secara bulanan (mtm). Sementara itu, periode Ramadan 2025 (Maret 2025), penyaluran pendanaan meningkat 3,80 persen (mtm).

“Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Pendanaan Diprediksi Naik Selama Ramadan, AFPI Minta Pindar Perkuat Credit Control

Kedepankan Prinsip Kehati-hatian

Meski pendanaan pindar selama Ramadan menunjukkan tren positif, namun perusahaan pindar harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan agar menghindari risiko gagal bayar.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar menekankan pentingnya penguatan credit control serta analisis kelayakan kredit secara prudent dan sesuai ketentuan (comply).

“Kami mengimbau kepada anggota untuk lebih meningkatkan credit control kelayakan analisa pemberian kredit dengan prudent dan comply,” bebernya kepada Infobanknews.

Terpisah, Brand Manager PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Jonathan Kriss menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent lending) guna menjaga kualitas pembiayaan.

“Untuk memastikan penyaluran pendanaan yang sehat, AdaKami menerapkan strategi yang mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent lending) dan penguatan literasi keuangan,” jelas Jonathan, saat dihubungi Infobanknews, Kamis, 19 Februari 2026.

Baca juga: OJK Rilis Daftar Pindar Legal Terbaru, Simak Sebelum Ajukan Pinjaman

Pendekatan tersebut, kata dia, bertujuan agar pendanaan dimanfaatkan secara bijak dan sesuai dengan kemampuan bayar pengguna.

Andalkan Teknologi dan Analisis Risiko

Untuk memastikan penyaluran dana tetap sehat, AdaKami memanfaatkan teknologi di setiap tahapan proses pembiayaan. Mulai dari electronic know your customer (e-KYC), pemanfaatan artificial intelligence (AI), hingga analisis big data dalam sistem credit scoring.

Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan melakukan penilaian profil risiko pengguna secara lebih akurat dan komprehensif, sehingga penyaluran pendanaan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Menurut Jonathan, integrasi teknologi dalam proses underwriting membantu perusahaan menjaga kualitas pembiayaan serta mempertahankan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) pada level yang sehat.

“Melalui penyaluran pendanaan yang berkualitas dan berkelanjutan, AdaKami berkomitmen untuk memastikan kebutuhan pembiayaan masyarakat terpenuhi secara bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

4 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

6 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

7 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

7 hours ago

BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi

Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More

7 hours ago

Perbarindo Adakan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More

8 hours ago