News Update

OJK Proyeksikan Pengetatan Likuiditas Tidak Akan Berlanjut Hingga 2019

Jakarta — Pengetatan likuditas perbankan dinilai tidak akan berlanjut hingga tahun 2019 mendatang, hal tersebut tercermin dari Rencana Bisnis Bank (RBB) yang dilaporkan industri kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Heru Kristiyana menyebut, menurunnya angka Loan to Deposit Ratio (LDR) dari 94% di Oktober 2018 menjadi 93,5% di November 2018 menjadi indikasi semakin membaiknya likuiditas perbankan kedepan.

“LDR menurun kalau Oktober 94% dan November 93%. Saya tidak khawatir bila tahun depan terjadi pengetatan likuiditas lagi,” kata Heru di Kompleks Bank Indonesia (BI) Jakarta, Rabu 19 Desember 2018.

Heru menambahkan, RBB perbankan pada 2019 mencerminkan kinerja yang positif. Heru mengatakan, target pertumbuhan kredit tahun depan dipatok 12,23% sedangkan target Dana Pihak Ketiga (DPK) dipatok 11%.

“Tahun depan saya optimis karena RBB bank untuk kredit 12,23% Sementara pertumbuhan DPK mereka optimis mereka memproyeksikan 11%. Saya sendiri optimis ditengah tantangan bahwa pertumbuhan kredit 11% hingga 12% persen tahun depan,” jelas Heru.

LDR sendiri menjadi parameter untuk melihat ketersediaan dana (likuiditas) bank untuk memenuhi penyaluran kreditnya. Berdasarkan Peraturan No. 17/11/PBI/2015, mengatur bahwa batas bawah LDR, yang kemudian berubah menjadi LFR sebesar 78 persen sedangkan batas atasnya ditetapkan sebesar 92 persen.

Sebagai informasi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah merilis data pada Oktober 2018, dimana kredit perbankan sudah tumbuh 13,35%. Sementara DPK hanya tumbuh 7,60%. Hal ini membuat loan to deposit ratio (LDR) menyentuh 93,05%. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More

30 mins ago

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

2 hours ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

3 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

3 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

3 hours ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

4 hours ago