Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025. (Tangkapan layar Zoom: Rifa)
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri asuransi pada Juni 2025 mencapai Rp1.163,11 triliun atau meningkat 3,27 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan dari sisi asuransi komersial, total aset mencapai Rp939,88 triliun atau naik 3,58 persen yoy.
Adapun kinerja asuransi komersial berupa pendapatan premi pada periode Januari hingga Juni 2025 mencapai Rp166,26 triliun atau tumbuh sebesar 0,65 persen yoy.
“Nilai tersebut, terdiri dari premi asuransi jiwa yang terkontraksi sebesar 0,57 persen yoy dengan nilai sebesar Rp87,48 triliun dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh sebesar 2,04 persen yoy, dengan nilai sebesar Rp78,77 triliun,” ucap Ogi dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025.
Baca juga: Premi Asuransi Komersial Cuma Tumbuh 0,88 Persen pada Mei 2025
Lebih lanjut, Ogi menjelaskan, permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid, dengan Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa 473,55 persen dan RBC asuransi umum dan reasuransi 312,33 persen, jauh di atas threshold 120 persen.
“Untuk asuransi non-komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta program asuransi ASN TNI Polri terkait program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, total aset tercatat sebesar Rp223,23 triliun atau tumbuh sebesar 1,99 persen year on year,” imbuhnya.
Di samping itu, dari sisi industri dana pensiun total aset per Juni 2025 tumbuh sebesar 8,99 persen yoy dengan nilai mencapai Rp1.578,47 triliun, dengan program pensiun sukarela, total asetnya juga masih tumbuh sebesar 5,03 persen yoy dengan nilai mencapai Rp391,43 triliun.
Baca juga: OJK Targetkan Premi Asuransi Komersial Tembus Rp180 Triliun di Semester I 2025
Adapun, untuk program pensiun wajib tercatat total aset mencapai Rp1.187,03 triliun atau tumbuh sebesar 10,36 persen yoy. Sedangkan pada perusahaan penjaminan per akhir Juli 2025 nilai aset masih terkontraksi sebesar 0,04 persen yoy menjadi Rp47,27 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More