News Update

OJK: Piutang Pembiayaan Multifinance Tembus Rp506,82 Triliun

Poin Penting

  • Piutang multifinance mencapai Rp506,82 triliun per November 2025, tumbuh 1,09% YoY, didorong pembiayaan modal kerja.
  • Profil risiko terjaga, dengan NPF gross 2,44%, NPF net 0,85%, dan gearing ratio 2,13 kali (di bawah batas OJK).
  • Pembiayaan modal ventura tumbuh 1,20% YoY menjadi Rp16,29 triliun, dengan prospek positif terbatas pada 2026

Jakarta –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp506,82 triliun per November 2025. Jumlah ini tumbuh 1,095 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman mengatakan, pertumbuhan tersebut didukung oleh pembiayaan modal kerja.

“Hal ini didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 8,99 persen secara tahunan (yoy), “ ujar Agusman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara virtual, Jumat, 9 Januari 2026.

Baca juga: Pembiayaan Mutifinance Oktober 2025 Capai Rp505,30 Triliun, Cuma Tumbuh 0,68 Persen

Lebih lanjut, profil risiko perusahaan pembiayaan tetap terjaga, di mana rasio Non Performing Financing (NPF) gross per November 2025 sebesar 2,44 persen. 

Sementara itu, rasio NPF net multifinance tercatat sebesar 0,85 persen per November 2025. 

Adapun gearing ratio perusahaan multifinance tercatat sebesar 2,13 kali per November 2025. Angka ini masih jauh di bawah batas maksimun yang ditetapkan regulator, yakni 10 kali.

Pembiayaan Modal Ventura

Pada sektor pembiayaan modal ventura, OJK mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan. Hingga November 2025, nilai pembiayaan modal ventura mencapai Rp16,29 triliun.

“Pembiayaan modal ventura pada November 2025 tumbuh 1,20 persen YoY, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,29 triliun,” pungkasnya. 

Baca juga: Kredit Macet Pindar Anak Muda Makin Bengkak, OJK Ungkap Biang Keroknya

OJK memproyeksikan industri modal ventura pada 2026 tetap berpotensi tumbuh positif meski terbatas. Pertumbuhan tersebut diperkirakan didorong oleh fokus pembiayaan pada startup yang sudah profitable, ekspansi ke sektor hilirisasi, dan peningkatan investasi berbasis syariah.

“Industri ini perlu mewaspadai tekanan akibat tech winter, dinamika perekonomian, dan keterbatasan sumber pendanaan,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

SeaBank Kantongi Laba Rp678,4 Miliar pada 2025, Melesat 79 Persen

Poin Penting SeaBank mencatat laba bersih Rp678,4 miliar di 2025, tumbuh 79 persen yoy, melanjutkan… Read More

2 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (2/4): Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Meroket

Poin Penting Harga emas di Pegadaian (Antam, Galeri24, UBS) kompak naik pada 2 April 2026,… Read More

2 hours ago

Peringati Hari Perempuan Internasional, Generali Indonesia Gelar Talkshow

Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional 2026 dan wujud komitmen Generali Indonesia… Read More

2 hours ago

285 Saham Merah, IHSG Dibuka Melemah 0,65 Persen ke 7.138

Jakarta - Pada pembukaan perdagangan hari ini (2/4) pukul 09.06 WIB Indeks Harga Saham Gabungan… Read More

2 hours ago

IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Berikut 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting IHSG masih rawan koreksi ke area 6.745–6.849, namun skenario terbaik berpotensi menguat ke… Read More

2 hours ago

Tangkap Potensi IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel

Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More

4 hours ago