Peran BPD di daerah
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya pertumbuhan yang cukup signifikan terhadap penyaluran kredit Bank Pembangunan Daerah (BPD) di tengah masa Pandemi COVID-19. Tercatat pertumbuhan kredit BPD lebih tinggi dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan swasta.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, pertumbuhan kredit BPD hingga Juli 2020 mencapai 8,23 persen. Jauh di atas pertumbuhan kredit Himbara sebesar 3,36 persen dan bank umum swasta yang hanya 0,91 persen.
“Artinya ini ada permintaan yang di daerah cukup besar meskipun in total tidak bisa mengangkat secara nasional. Tapi di sini ada tanda-tanda bahwa pertumbuhan itu dimulai dari daerah,” kata Wimboh saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Rabu 2 September 2020.
Sementara itu, pertumbuhan kredit secara nasional hingga Juli 2020 dikatakan Wimboh, juga telah tumbuh lebih baik, yakni mencapai 1,53 persen dari sebelumnya pada Juni 2020 yang hanya mampu tumbuh sebesar 1,4 persen secara tahunan.
Menurutnya, kondisi ini seiring dengan sudah mulai ramainya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat daerah. Sebab, dirinya melihat bahwa hotel-hotel dan mal di sejumlah daerah saat ini sudah mulai ramai dan bahkan penuh.
“Kemarin kami sempat ke Yogyakarta, Solo, penuh. Tapi di Jakarta orang belum berani, masih sepi, datang ke mal saja masih sepi. Ini confirm memang permintaan kredit di daerah lebih besar,” ucap Wimboh.
Tak hanya itu, Wimboh mengungkapkan, bahwa kinerja kredit bank-bank kepemilikan asing malah merosot tajam hingga mengalami kontraksi pertumbuhan pada bank asing -5,35 persen secara tahunan. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More