News Update

OJK: Perkembangan AI di 2026 Jadi Peluang Bisnis Modal Ventura

Poin Penting

  • OJK menilai perkembangan AI di 2026 menjadi peluang strategis bagi industri modal ventura, baik melalui pendanaan langsung ke pengembang AI maupun penerapannya di berbagai sektor ekonomi.
  • Kinerja industri modal ventura masih solid, tercermin dari laba bersih yang melonjak 150,78 persen (yoy) menjadi Rp579,77 miliar per November 2025.
  • Pembiayaan modal ventura didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan, dengan nilai mencapai Rp7,63 triliun atau 68,53 persen dari total pembiayaan.

Jakarta – Memasuki awal 2026, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak lagi sekadar tren eksperimental, melainkan mulai menjadi bagian penting dalam infrastruktur bisnis, termasuk bagi industri modal ventura (venture capital/VC).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menilai perkembangan AI berpotensi besar dimanfaatkan oleh industri modal ventura.

“Perkembangan artificial intelligence (AI) berpotensi dimanfaatkan oleh industri modal ventura, baik melalui pendanaan langsung kepada perusahaan pengembang AI maupun secara tidak langsung melalui penerapan AI pada sektor-sektor ekonomi lainnya,” ujar Agusman, dikutip Selasa, 13 Januari 2026.

Baca juga: Di Tengah Tech Winter, Kinerja Industri Modal Ventura Tetap Impresif, Ini Buktinya

Menurut Agusman, salah satu sektor yang berpotensi menjadi sasaran pendanaan modal ventura pada 2026 adalah perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor.

“Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, yang mencatat pembiayaan/penyertaan sebesar Rp7,85 triliun pada November 2025,” jelasnya.

Laba Industri Modal Ventura Melonjak

Diketahui, kinerja industri modal ventura Indonesia masih menunjukan performa yang impresif.

Hal itu tecermin dari laba bersih industri modal ventura yang tumbuh signifikan sebesar 150,78 persen secara tahunan (yoy), mencapai Rp579,77 miliar per November 2025. 

“Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan kualitas portofolio melalui strategi pembiayaan yang lebih selektif,” bebernya.

Baca juga: OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Sulteng Ventura, Ini Alasannya

Lima Sektor Penyumbang Pembiayaan Terbesar

Agusman menyebutkan, penyaluran pembiayaan industri modal ventura saat ini masih terkonsentrasi pada sejumlah sektor yang memiliki potensi dan kebutuhan pendanaan relatif stabil, khususnya pada pembiayaan kegiatan ekonomi riil.

Ia menjelaskan, terdapat lima sektor yang menjadi penyumbang pembiayaan terbesar. Pertama, sektor pedagang besar dan eceran serta reparasi perawatan mobil dan sepeda motor dengan nilai Rp7,63 triliun, atau setara 68,53 persen.

Selanjutnya, sektor rumah tangga sebagai pemberi kerja, yang mencakup aktivitas produksi barang dan jasa untuk kebutuhan sendiri, dengan nilai Rp766,62 triliun atau sekitar 6,55 persen.

Sektor berikutnya yakni berasal dari pertanian, kehutanan dan perikanan , senilai Rp519,43 triliun atau 4,66 persen. 

Kemudian, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp519,43 miliar atau 4,66 persen.

Sektor lainnya adalah penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, termasuk perjalanan dan penunjang usaha lainnya, dengan nilai Rp412,25 miliar atau 3,70 persen.

Terakhir, sektor industri pengolahan dengan nilai pembiayaan Rp410,78 miliar atau 3,69 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

45 mins ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

6 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

6 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

8 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

18 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

18 hours ago