Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) ini juga telah ditetapkan sebagai virtual single window bagi Industri Jasa Keuangan dalam melalinkan proses perizinan di lingkungan Otoritas Jasa Keuangan.
“Melalui aplikasi SPRINT, kami berharap dapat mewujudkan perizinan yang TUNTAS (Transparan, terpadU, akuNTabel, cepAt, dan Sederhana),”kata Rahmat Waluyanto.
Melalui SPRINT, selain mengurangi risiko pendaftaran kebijakan yang dikeluarkan oleh masing-masing kompartemen, juga mengurangi duplikasi dokumen permohonan yang harus diajukan oleh pemohon. SPRINT juga dilengkapi dengan titur tracking sebagai bentuk transparasi proses perizinan.
Sebagai bentuk transparansi proses perizinan, SPRINT juga dilengkapi fitur tracking sehingga pemohon dapat senantiasa melakukan monitoring terhadap progres perizinan atau pendaftaran yang telah diajukan. Selain sebagai bentuk transparansi, fitur tracking
ini juga dimaksudkan untuk mengurangi interaksi antara pemohon dengan regulator, sehingga dapat mengurangi potensi morale hazard dari Pemohon maupun regulator, sekaligus meningkatkan kualitas good governance di lingkungan OJK.
Sebelumnya, pada tahun 2016, OJK juga telah meluncurkan SPRINT Bancassurance untuk perizinan pemasaran produk asuransi, SPRINT untuk perizinan penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD serta SPRINT Pendaftaran Akuntan publik/Kantor akuntan Publik dan keduanya telah diimplementasikan sepenuhnya pada Tahun 2017. Ke depan, OJK akan terus mengembangkan SPRINT untuk perizinan Iainnya sehingga layanan perizinan dapat berjalan dengan lebih baik. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More
Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More
Poin Penting: Para pakar meminta RUU Perampasan Aset dibatasi untuk kejahatan serius dan fokus pada… Read More