OJK Kaji Penerbitan Medium Term Notes (MTN) Melalui Bursa
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) untuk melonggarkan kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) dan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia menjadi 5,75%. Langkah tersebut dinilai akan menjadi stimulus pertumbuhan perekonomian nasional.
“Dengan kebijakan penurunan GWM dan juga penurunan suku bunga akan serta-merta membuat masuknya arus modal dan akan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan kredit yang besar,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu 24 Juli 2019.
Tak hanya itu, di tengah belum turunnya ketidakpastian ekonomi global dan tensi perang dagang, OJK senantiasa terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder untuk memitigasi ketidakpastian eksternal yang cukup tinggi dan juga mengoptimalkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan.
Tak hanya itu, Wimboh meyakini, pelonggaran kebijakan suku bunga acuan tersebut dapat meningkatkan kredit hingga memenuhi target pertumbuhan kredit yang telah dipatok oleh OJK pada angka kisaran 11% hingga 12% di tahun ini.
“Proyeksi akhir tahun masih optimis sekitar 12%, kalau kemarin pesimis itu karena belum ada tanda pelonggaran,” tukas Wimboh.
Sebagai informasi, OJK mencatatkan kredit perbankan hingga Semester I-2019 masih dapat tumbuh stabil pada level 9,92% yoy, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor listrik, air, dan gas, konstruksi, serta pertambangan. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More