News Update

OJK: Penerapan Universal Banking Bakal Jadi Game Changer Industri Keuangan

Poin Penting

  • OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank
  • Model ini berpotensi jadi game changer karena bank bisa menyediakan layanan terintegrasi, dari kredit hingga pasar modal dan wealth management
  • Implementasi dilakukan bertahap, disesuaikan dengan kesiapan risiko, permodalan, tata kelola, dan infrastruktur masing-masing bank.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penerapan konsep universal banking sebagai strategi kunci memperdalam pasar keuangan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan model universal banking berpotensi menjadi game changer yang merombak struktur industri perbankan dan keuangan Indonesia secara signifikan.

Menurut Dian, universal banking akan memperluas peran bank, tidak hanya sebagai lembaga intermediasi tradisional, tetapi juga sebagai penyedia layanan keuangan terpadu. Dengan demikian, kontribusi sektor perbankan terhadap pendalaman pasar keuangan diyakini akan jauh lebih besar, termasuk dalam aktivitas pasar modal.

Baca juga: OJK Denda Influencer BVN Rp5,35 Miliar Gegara Goreng Saham

“OJK telah mengusulkan konsep universal banking untuk dimasukkan dalam amandeman UU P2SK, yang realisasinya masih menunggu persetujuan DPR,” kata Dian dalam akun Instagram resmi OJK @ojkindonesia dikutip 21 Februari 2026.

Meski realisasinya masih menunggu persetujuan DPR, OJK mendorong implementasi universal banking bertahap dengan memanfaatkan regulasi yang sudah ada.

“Melalui penerapan universal banking, kontribusi perbankan terhadap pendalaman pasar keuangan akan jauh lebih besar,” tambahnya.

Secara konsep, universal banking memungkinkan bank menyediakan layanan keuangan terintegrasi dalam satu entitas.

Selain penghimpunan dana dan penyaluran kredit, bank dapat menjalankan aktivitas pasar modal, manajemen aset, wealth management, pengelolaan dana perwakilan seperti family office dan trust, hingga layanan treasury dan transaksi derivatif dengan underlying yang lebih luas. Termasuk pula layanan islamic finance, sustainable finance, financial advisory, bahkan aset kripto.

“Bank akan menjadi one stop financial services provider yang melayani nasabah ritel, korporasi, hingga high net worth individuals dalam satu ekosistem,” tegas Dian.

Baca juga: OJK Pede Kredit Perbankan 2026 Tumbuh hingga 12 Persen, Bagaimana Sektor Lain?

Meski demikian, OJK mengingatkan bahwa tidak semua kegiatan tersebut wajib dijalankan seluruh bank. Implementasinya harus disesuaikan dengan kesiapan masing-masing bank, terutama dari sisi manajemen risiko, tata kelola, permodalan, teknologi informasi, SDM, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Dengan pendekatan bertahap dan berbasis kesiapan, OJK optimistis universal banking dapat menjadi motor baru transformasi industri perbankan nasional sekaligus memperkuat daya saing sistem keuangan Indonesia. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

34 seconds ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

11 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

12 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

12 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

12 hours ago