Jakarta– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendukung upaya transformasi digital di perbankan khususnya untuk menerapkan cloud serta open API.
Hal tersebut disampaikan Senior Executive Analyst OJK Roberto Akyuwen pada acara Webinar Infobanktalknews dengan GBG. Roberto menyebut, kedepannya mau tudak mau industri keuangan harus menerapkan cloud dan open API tersebut.
“Suka tidak suka pada waktunya mengharuskan kita untuk meggunakan cloud alasannya bermacam-macam yang pasti adalah bermula pada efisiensi karena (data) kita terekspose sekian besar,” kata Roberto melalui video conference di Jakarta, Selasa 29 Juni 2021.
Roberto menambahkan, semakin digital suatu layanan maka semakin luas data sebuah perusahaan terekspose dengan kerjasama penyedia cloud. Oleh karena itu sistem keamanan kembali memegang kunci dalam sebuah penyimpanan data.
Sementara itu transformasi digital kedua ialah open API atau open banking. Sebab menurutnya kedepan industri jasa keuangan harus melaksanakan kerjasama yang luas guna lebih menjangkau dan melayani nasabah.
Roberto juga menyebut, dorongan transformasi tersebut telah masuk dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia ( RP2I) 2020-2025 yang bisa menjadi acuan perbankan khususnya dalam menghadapi persaingan global. (*)
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More