Perbankan

OJK Pede Kredit Tetap Tumbuh hingga Akhir 2025, Ini Pendorongnya

Poin Penting

  • OJK optimis kredit perbankan terus tumbuh hingga akhir 2025, didukung tidak adanya revisi signifikan dalam RBB meski permintaan kredit.
  • Faktor pendorong utama pertumbuhan kredit meliputi membaiknya transmisi kebijakan moneter, tren penurunan suku bunga, percepatan belanja pemerintah dan investasi swasta
  • Kredit per September 2025 tumbuh 7,70 persen yoy dengan pertumbuhan kuat pada sektor strategis seperti pengangkutan (19,32 persen) dan pertambangan (19,15 persen).

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis pertumbuhan kredit perbankan akan terus meningkat hingga akhir 2025. Meski diakui bahwa masih terdapat tekanan dari sisi permintaan kredit.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae berharap kredit terus tumbuh sebagaimana perkiraan hasil evaluasi rencanan bisnis bank (RBB) yang menunjukkan tidak adanya revisi signifikan dari bank.

Dian menilai, meskipun terdapat tekanan dari sisi permintaan kredit, terutama dari UMKM dan sektor perdagangan, optimisme terhadap pemulihan beberapa sektor ekonomi serta dukungan optimal dari fiskal, trade policy, dan industrial policy, dan investment policy juga akan meningkatkan efek multiplier ke konsumsi rumah tangga dan investasi dunia usaha.

“Sehingga juga mendorong permintaan terhadap kredit perbankan,” ujar Dian dalam jawaban tertulis, dikutip, Selasa, 25 November 2025.

Baca juga: OJK Optimistis Momen Nataru Bisa Dongkrak Kredit Konsumsi

Faktor Pendorong Kredit

Dian menyebutkan, terdapat beberapa faktor yang dapat mendorong pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2025. Di antaranya, transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik, tren penurunan suku bunga pinjaman, dan percepatan belanja pemerintah atau investasi swasta.

“Selain itu, dorongan kebutuhan belanja musiman rumah tangga jelang akhir dan awal tahun,” ungkap Dian.

Pertumbuhan Kredit September 2025

Adapun pada September 2025, kredit tumbuh 7,70 persen yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,56 persen. Sedangkan total outstanding kredit mencapai Rp8.162,8 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,18 persen, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh 7,42 persen dan kredit modal kerja tumbuh moderat 3,37 persen yoy.

Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 11,53 persen, sedangkan kredit UMKM tumbuh sebesar 0,23 persen. 

Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada beberapa sektor strategis, dengan laju pertumbuhan tahunan mencapai dua digit. Sektor pengangkutan dan pergudangan mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,32 persen.

Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 19,15 persen. Pertumbuhan kredit dari sektor-sektor tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target kredit perbankan sampai akhir tahun ini.

Baca juga: OJK: Masih Ada Ruang Penurunan Suku Bunga Kredit Perbankan

Di sisi lain, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio non performing loan (NPL) gross sebesar 2,24 persen dan NPL net relatif stabil sebesar 0,87 persen. Loan at Risk (LaR) pada September 2025 turun dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 9,52 persen. 

Ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan (CAR) yang berada di level tinggi sebesar 26,15 persen. Ini menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

50 mins ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

1 hour ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

1 hour ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

1 hour ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

2 hours ago

OJK Gandeng Bareskrim Polri Tangani Kasus Penipuan Sektor Keuangan

Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More

3 hours ago