Perbankan

OJK Pastikan Aturan Transapransi Suku Bunga Bank Terbit Sebelum Akhir Tahun

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun aturan mengenai transparansi suku bunga perbankan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan aturan tersebut akan terbit sebelum akhir tahun 2023.

Dia menyebutkan bahwa aturan yang nanti akan menjadi POJK tersebut sedang dalam proses penyempurnaan.

Baca juga: Di Tengah Suku Bunga Global Tinggi, Bos OJK Ungkap Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil

“Memang kita masih menyusun POJK nya saat ini. Kita sedang dalam aturan mengenai transparasi suku bunga saat ini dalam proses penyempurnaan,” ujar Dian dalam pernyataannya dikutip, Selasa 10 Oktober 2023.

Dia pun menjelaskan, aturan terkait transparasi suku bunga perbankan sebenarnya sudah tertuang dalam POJK Nomor 37/POJK.03/2019 tentang Transparasi dan Publikasi Laporan Bank.

“Jadi sekarang sudah ada di POJK No 37/POJK.03/2019, sekarang akan menjadi POJK yang terkait dengan transparasi dan publikasi suku bunga dasar kredit bagi bank umum konvensional, sesuai dengan amanat UU PPSK,” jelasnya.

Baca juga: Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Melambat, Ini Penyebabnya

Dian mengatakan, nantinya OJK akan meminta pendapat atau mengonsultasikan hal tersebut ke DPR serta pihak terkait.

“Proses masih di dalam making rules dalam proses dan tidak lama lagi kita akan meminta pendapat dari pihak-pihak terkait dan meminta tanggapan tertulis. Targetnya tidak akan sampai akhir tahun,” ungkap Dian. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

Bos BI Minta Bank Masih Perlu Turunkan Suku Bunga

Poin Penting Gubernur Perry Warjiyo meminta perbankan terus menurunkan suku bunga dana dan kredit agar… Read More

4 hours ago

Bank Danamon (BDMN) Bukukan Total Kredit Rp212,7 Triliun di 2025

Poin Penting Bank Danamon mencatat total kredit dan trade finance Rp212,7 triliun pada 2025, tumbuh… Read More

5 hours ago

Rupiah Masih Undervalued, Bos BI Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pelemahan rupiah dipicu premi risiko global, meski fundamental… Read More

5 hours ago

BI Catat Rupiah Melemah 0,56 Persen per 18 Februari 2026

Poin Penting Bank Indonesia mencatat rupiah pada 18 Februari 2026 di Rp16.880 per dolar AS,… Read More

6 hours ago

BI Optimistis Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Tinggi, Ini Pendorongnya

Poin Penting BI proyeksikan ekonomi kuartal I 2026 tetap tinggi, didorong konsumsi rumah tangga, stimulus… Read More

6 hours ago

IHSG Ditutup Terkoreksi, Turun ke Level 8.274

Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08 pada Kamis (19/2/2026). Sebanyak 366… Read More

6 hours ago