Keuangan

OJK Optimis Piutang Perusahaan Pembiayaan Tembus 15% di 2023

Jakarta – Berdasarkan data Laporan Bulanan Perusahaan Pembiayaan, aset Perusahaan Pembiayaan (PP) per Mei 2023 sebesar Rp514,69 triliun atau tumbuh 15,83% secara tahunan dari Rp444,35 triliun per Mei 2022, di mana perolehan tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan OJK.

Melihat hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Lembaga Penjamin dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyatakan, bahwa dirinya masih optimis target piutang pembiayaan sebesar 15% untuk tahun ini dapat tercapai.

“Dengan mempertimbangkan realisasi pembiayaan sampai dengan Mei tersebut, OJK menilai target pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 15% untuk tahun 2023 masih cukup realistis,” ucap Ogi dalam RDKB OJK dikutip, 5 Juli 2023.

Baca juga: Bos OJK: Di Tengah Ketidakpastian Global, Industri Keuangan RI Masih Aman

Kemudian, Ogi menjelaskan piutang pembiayaan saat ini telah bertumbuh menjadi Rp441,23 triliun dari Rp379,11 triliun per Mei 2022 atau tumbuh sebesar 16,38% secara tahunan atau naik sebesar 6,10% secara ytd.

Pertumbuhan piutang pembiayaan tersebut dikontribusi oleh penyaluran pembiayaan di sektor produktif, salah satunya piutang pembiayaan investasi yang meningkat 17,55% menjadi Rp149,17 triliun per Mei 2023 dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp149,17 triliun. Kemudian, dari sisi pembiayaan modal kerja turut meningkat sebesar 37,65% dari Rp31,03 triliun per Mei 2022 menjadi Rp42,71 triliun pada Mei 2023.

“Pertumbuhan piutang pembiayaan di sektor produktif ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya harga komoditas yang masih cukup tinggi yang menyebabkan adanya perkembangan positif di sektor pertambangan dan perkebunan, pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah di sektor infrastruktur,” imbuhnya.

Selain itu, ketentuan peraturan OJK yang mewajibkan Perusahaan Pembiayaan untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif minimal sebesar 10% dari total piutang pembiayaan pada akhir tahun 2023 pun turut mendukung pertumbuhan piutang pembiayaan.

Baca juga: OJK: Program Restrukturisasi Perbankan Tidak Akan Beratkan Bank

Adapun, Ogi menilai untuk semester II-2023, pertumbuhan diperkirakan tidak setinggi semester sebelumnya, dengan berakhirnya status pandemi Covid-19, Perusahaan Pembiayaan harus tetap waspada terhadap perubahan profil risiko nasabah yang pada saat pandemi layak dibiayai karena sebagian persentase pendapatan dapat ditabung, misalnya biaya transportasi bagi pekerja/profesional. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

UEA Siap Tambah Investasi di Indonesia, Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan MBZ

Poin Penting Presiden Prabowo dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed sepakat meningkatkan kerja sama investasi,… Read More

6 mins ago

Grab Pastikan Bonus Hari Raya 2026 untuk Mitra Pengemudi, Cair Sebelum Lebaran

Poin Penting Grab memastikan memberikan bonus hari raya 2026 kepada mitra pengemudi, dengan besaran disesuaikan… Read More

17 mins ago

Mau Tukar Uang Lebaran di PINTAR BI? Cek Kuotanya di Sini

Poin Penting PINTAR BI memudahkan pemesanan tukar uang Lebaran 2026 secara online tanpa antre panjang.… Read More

19 mins ago

Mobil Dinas Rp8,5 Miliar jadi Sorotan, Intip Kekayaan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

Poin Penting Mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp8,5 miliar disiagakan di Jakarta untuk fungsi representasi… Read More

32 mins ago

Kredit UMKM Diprediksi Tumbuh Maksimal 5 Persen, Program MBG Bisa jadi Penopang

Poin Penting Kredit UMKM diproyeksikan hanya tumbuh 4-5% pada 2026, karena pertumbuhan sektor UMKM belum… Read More

57 mins ago

Strategi Danantara Genjot Kinerja Garuda Indonesia di 2026

Poin Penting Danantara menjadikan 2025 sebagai fase penguatan fundamental Garuda Indonesia, dan 2026 sebagai tahap… Read More

1 hour ago