Lebih lanjut Muliaman mengatakan, rendahnya dana repatriasi yang masuk ke pasar modal seharusnya bisa direspons sekuritas dan MI dengan meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait instrumen investasi.
Terkait dengan momentum amnesti pajak, kata dia, pada dasarnya OJK sudah mendorong ketersediaan instrumen investasi, bahkan merelaksasi sejumlah regulasi yang mendukung Program Amnesti Pajak.
Dengan demikian, kata dia, keragaman produk investasi di pasar modal diyakini akan menjadi instrumen yang menarik bagi wajib pajak. (Baca juga: Tax Amnesty Sukses, Gini Ratio Jadi PR Pemerintah)
“Dana yang diinvestasikan itu diharapkan bisa lari ke sektor riil yang pada akhirnya berdampak positif bagi ekonomi kita. Karena, kontribusi dari ekonomi dunia belum bisa diharapkan,” papar Muliaman. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More
Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More
PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More
Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More
Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More
Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More