Keuangan

OJK Minta LJK Waspadai Dampak Geopolitik Timur Tengah

Poin Penting

  • OJK minta lembaga jasa keuangan memantau ketegangan Timur Tengah dan dampaknya pada debitur serta pasar keuangan
  • Meski risiko global meningkat, sektor jasa keuangan tetap stabil, didukung pemulihan manufaktur global dan kepercayaan konsumen
  • Kinerja ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen di Q4 2025; inflasi meningkat tapi keyakinan konsumen tetap optimis, manufaktur ekspansif.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar lembaga jasa keuangan (LJK) untuk mencermati situasi dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah dalam mengantisipasi dampaknya terhadap kondisi di pasar keuangan.

“Sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang kita cermati bersama, Lembaga Jasa Keuangan kami minta untuk terus mencermati situasi yang terjadi serta melakukan antisipasi dampaknya terhadap kondisi debitur dan juga di pasar keuangan,” ujar Pejabat pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers RDK, Selasa, 3 Maret 2026.

Kiki, sapaan akrab Frederica Widyasari Dewi menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga. Di mana perekonomian global masih menunjukkan kinerja yang relatif baik, sejalan dengan penguatan kinerja manufaktur global dan tren pemulihan keyakinan konsumen.

“Namun, peningkatan tensi geopolitik dan fragmentasi geoekonomi pada awal 2026, termasuk di Timur Tengah serta dinamika kebijakan perdagangan di AS menjadi down side risk yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar kauangan secara global,” jelasnya.

Baca juga: Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Kiki melanjutkan bahwa perekonomian AS pada kuartal IV 2025 tumbuh 1,4 persen. Angka ini jauh dibawah ekspektasi pasar. Tekanan inflasi juga kembali meningkat, bahkan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada pertengahan tahun mulai menurun dengan kecenderungan kebijakan suku bunga higher for longer.

Sementara di kawasan Asia, kata Kiki, perekonomian China masih menghadapi tekanan permintaan domestik di tengah berlanjutnya krisis sektor properti, meskipun kinerja eksternal masih mencatatkan surplus.

Ekonomi Domestik

Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia di kuartal IV 2025 mencatat pertumbuhan yang solid sebesar 5,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) sehingga secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,11 persen. Sementara Inflasi headline meningkat, terutama akibat efek basis rendah tahun sebelumnya.

Baca juga: Saham-Saham Ini Berpotensi Cuan di Tengah Memanasnya Perang Iran-AS

“Indeks keyakinan konsumen masih berada di zona optimis meskipun menunjukkan moderasi dan aktivitas manufaktur tetap berada dalam fase ekspansif pada tahun 2026,” papar Kiki.

Di sisi lain, OJK terus melanjutkan diskusi dengan Global Index Provider dalam berkomitmen untuk memastikan penyampaian kebijakan dan langkah-langkah reformasi yang akan disampaikan kepada publik secara transparan dan dilakukan secara berkala. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bukukan Pendapatan USD605 Juta Sepanjang 2025

Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More

4 hours ago

Begini Jurus Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME

Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More

5 hours ago

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

1 day ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

1 day ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

1 day ago

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

2 days ago