Headline

OJK Menduga Ada 406 Perusahaan Investasi Bodong

Bogor–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga saat ini setidaknya ada 406 perusahaan yang diduga ilegal,  karena menghimpun dana dari masyarakat namun tanpa mengantongi izin dari OJK. Angka ini naik dibanding tahun 2014 silam lalu yang tercatat hanya 262 perusahaan.

Direktur kebijakan dan dukungan penyidikan departemen penyidikan OJK, Tongam L. Tobing mengatakan, 406 perusahaan itu sendiri ditanyakan masyarakat ke OJK soal kelegalitasanya. Setelah dicek, ternyata perusahaan tersebut memang tak punya izin.

“Sebanyak 406 perusahaan dipertanyakan masyarakat dan kita duga telah melakukan investasi ilegal,” kata Tongam dalam acara pelatihan wartawan media keuangan di Bogor, Sabtu, 4 Juni 2016.

Meski demikian, Tongam belum mengetahui lebih lanjut apakah 406 perusahaan tersebut dapat izin dari Kementrian Koperasi, BKPM atau Kementerian Perdagangan. Karena beberapa dari perusahaan tersebut berbentuk koperasi dan mengumpulkan dana masyarakat.

“Saat ini kami masih koordinasi dengan Kementrian Koperasi, BKPM dan Kementerian Perdagangan,” tegasnya.

Lebih jauh ujarnya, dari 406 perusahaan tak berizin itu, kebayakan berada di Jakarta atau sekitar 120an perusahaan.

Saat ini Satgas sendiri terus melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan investasi yang imbas hasilnya tidak masuk akal. Selain itu, masyarakat disarankan untuk investasi di perusahaan yang sudah mengantongi izin dari OJK.

“Satgas ini kami juga melakukan inventarisasi kasus, menganalisa dan melaporkan ke polisi,” tutupnya. (*) Dwitya Putra

 

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

3 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

4 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

4 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

4 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

5 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

5 hours ago