Gedung perbankan, salah satu biaya operasional. (Foto: Erman)
Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap tingkat efisiensi industri perbankan di Indonesia tidak kalah dengan negara ASEAN lainnya, terutama Thailand.
Insentif keringanan modal inti yang dikaitkan dengan NIM dan BOPO salah satunya bertujuan untuk mendorong perbankan makin efisien dan sejajar dengan negara ASEAN lain.
“Ukurannya pokoknya kita enggak boleh lebih buruk dari Thailand, Thailand NIM-nya 2,5%,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon di Jakarta, Kamis 28 April 2016.
Dia mengatakan, saat ini rata-rata NIM bank di Indonesia masih 5,5%, sementara BOPO di level 85%.
“Makanya kita dorong, dengan NIM kurang dari 4,5% mereka bisa dapat insnetif, mudah-mudahan bank masuk ke level (NIM) itu, kalau sudah masuk ke situ supaya bisa bersaing dengan Thailand,” tandasnya.
Aturan insentif keringanan alokasi modal inti itu akan diterbitkan OJK antara minggu ini hingga awal minggu depan. Dalam kriteria yang ditetapkan OJK, nantinya bank akan memperoleh keringanan alokasi modal inti antara 40-100%. Bank juga akan dimonitor oleh pengawas agar terus menurunkan NIM dan BOPO nya melalui pendekatan supervisory approach.
Batasan rasio BOPO yang dapat memperoleh insentif antara lain: untuk bank BUKU I dengan rasio NIM kurang dari 3% hingga kurang dari 4,5% dan BOPO kurang dari 80% akan mendapat pengurangan alokasi modal inti antara 50% hingga 100%. Bank BUKU I dengan rasio NIM kurang dari 3% hingga kurang dari 4,5% dan BOPO lebih dari sama dengan 80% hingga kurang dari 85% akan memperoleh pengurangan alokasi modal inti antara 40% hingga 80%.
Sementara untuk Bank BUKU 2 dengan rasio NIM kurang dari 3% hingga kurang dari 4,5% dan BOPO kurang dari 80% akan memperoleh pengurangan alokasi modal inti antara 50% hingga 100%. Bank BUKU 2 dengan rasio NIM kurang dari 3% hingga 4,5% dengan BOPO lebih dari sama dengan 80% hingga kurang dari 85% akan memperoleh pengurangan alokasi modal inti 40% hingga 80%.
Untuk Bank BUKU 3dengan NIM kurang dari 3% hingga kurang dari 4,5% dengan BOPO kurang dari 70% akan memperoleh pengurangan alokasi modal inti 50% hingga 100%. Sedangkan bank BUKU 3 dengan NIM kurang dari 3% hingga kurang dari 4,5% dan BOPO antara lebih dari sama dengan 70% hingga kurang dari 75% akan memperoleh keringanan alokasi modal inti antara 40% hingga 80%.
Untuk Bank BUKU 4 dengan rasio NIM kurang dari 3% hingga kurang dari 4,5% dan BOPO kurang dari 70% akan memperoleh keringanan alokasi modal inti antara 50% hingga 100%. Sedangkan bank BUKU 4 dengan rasio NIM kurang dari 3% hingga kurang dari 4% dan BOPO antara lebih dari sama dengan 70 sampai kurang dari 75% akan mendapat keringanan alokasi modal inti abtara 50% hingga 80%. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting AAJI resmi membuka pencalonan Ketua Dewan Pengurus periode 2026-2028, yang akan diputuskan melalui… Read More
Poin Penting AAJI menunjuk dua Plt Ketua, yakni Albertus Wiroyo dan Handojo G. Kusuma, usai… Read More
Poin Penting Dana riset nasional naik menjadi Rp12 triliun, setelah Presiden Prabowo menambah anggaran sebesar… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 dan seluruh indeks domestik berakhir… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,55 persen sepekan dan ditutup di level 9.075,40, sekaligus mencetak rekor… Read More
Poin Penting Modalku menyalurkan pendanaan Rp9,2 triliun kepada lebih dari 74 ribu UKM sejak berdiri… Read More