Market Update

OJK Mau Kerek Minimum Free Float Jadi 10 Persen, Ini Respons Analis

Poin Penting

  • OJK rencanakan aturan baru minimum free float saham akan dinaikkan dari 7,5 persen menjadi 10 persen
  • Aturan free float minimal 10 persen guna meningkatkan likuiditas dan menarik investor global.
  • Hanya saja, aturan free float tesebut akan memberkan dampak bagi sekitar 100–200 emiten.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mempertimbangkan kenaikan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 10 persen.

“Free float akan kami atur minimal 10 persen, tetapi kami juga akan mempertimbangkan kapitalisasi pasar,” kata Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK dalam Rapat Kerja dengan DPR RI dikutip, 24 September 2025.

Baca juga: BEI Kasih “Injury Time” PermataBank Penuhi Free Float, Sampai Kapan?

Rencana kenaikan porsi saham free float tersebut muncul dengan harapan terjadinya peningkatan likuiditas dan menarik investor global.

Wacana OJK tersebut direspons positif oleh manajemen Panin Sekuritas. Mereka mencermati free float minimal 10 persen diyakini akan meningkatkan likuiditas pasar modal dan menarik investor global dengan modal besar.

Hanya saja, rencana kenaikan free float menjadi 10 persen ini akan berdampak pada 100 hingga 200 emiten yang tidak memenuhi syarat.

Baca juga: Melantai di Bursa, Harga Saham Merdeka Gold Resources (EMAS) Langsung ARA

“Hal ini dikarenakan, saat ini rata-rata free float Bursa Indonesia berada di level 24,95 persen atau terendah dari negara ASEAN lainnya, di mana rata-rata free float Singapura di level 69,04 persen, Thailand 46,33 persen, dan Malaysia 46,52 persen,” tulis manajemen dalam risetnya.

Meski berdampak positif pada likuiditas pasar, wacana aturan free float 10 persen harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap agar dapat memberikan waktu yang cukup untuk emiten-emiten yang belum memenuhi aturan tersebut. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

12 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

13 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

13 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

19 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

20 hours ago