Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang hingga akhir 2020 market share industri keuangan syariah masih cukup kecil di angka 9,9% dari aset industri keuangan secara nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menganggap hal tersebut sebagai kendala utama pengembangan ekonomi syariah, padahal mayoritas masyarakat Indonesia didominasi oleh muslim.
“Banyak kendala yang harus dicarikan solusi, dimana market share syariah baru 9,9%. Kita target kan mulai tahun 2000 an untuk rool out syariah ke 20% tapi sulit sekali dari market share perbankan keseluruhan salahsatunya,” kata Wimboh dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu 10 Febuari 2021.
Dirinya memahami bahwa untuk memajukan ekonomi syariah dibutuhkan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain. Wimboh juga menilai akses untuk mendapatkan produk keuangan syariah di masyarakat masih sangat sulit.
Selain itu, literasi keuangan syariah juga masih sangat rendah, yaitu sebesar 8,93%, jauh tertinggal dibandingkan indeks nasional sebesar 38,03%. Sementara itu untuk Indeks Inklusi Keuangan Syariah yang sebesar 9,1% juga masih tertinggal dibandingkan indeks nasional sebesar 76,19%.
Menurutnya, terbatasnya sumber daya di industri keuangan syariah juga membuat ekonomi syariah belum berkembang pesat. Oleh karena itu seluruh pihak diharapkan bisa berkontribusi terhadap industri keuangan syariah.
“Untuk itu kita semua penggerak dan oenggiat ekonomi keuangan syariah indo dan dunia punya tanggung jawab moral bagaimana bisa bangkit,” tukas Wimboh. (*)
Editor: Rezkiana Np
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More