OJK; Dorong inklusi keuangan. (Foto: Erman)
Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Pusat Pengembangan Keuangan Mikro dan Inklusi (OJK Proksi) sebagai pusat pengembangan keuangan mikro dan inklusi keuangan di Indonesia
“Ini nanti jadi pusat pengembangan tidak hanya pemerintah kita ajak universitas, lembaga internasional, lembaga donor, pemerintah daerah, bankers, penggiat koperasi karena banyak sekali produk keuangan yang tumbuh terutama saat ini tumbuh fintech itu bisa menjadi salah satu topik yang didiskusikan karena merupaakan upaya pengembangan akses keuangan,” kata Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 15 Maret 2016.
Menurutnya Indonesia sudah berpengalaman dengan keuangan mikro sejak dulu, namun masih banyak persoalan yang dihadapi. Oleh karena itu menurutnya upaya membuka akses keuangan baru merupakan setengah jalan selanjutnya diperlukan pemberdayaan masyarakat.
OJK Proksi akan mengembangkan pengetahuan dan menyediakan terobosan-terobosan model bisnis di bidang keuangan mikro dan inklusi keuangan yang tidak hanya di tataran konsep tapi benar-benar implementatif dan dapat digunakan dengan baik oleh para pelaku industri, ahli keuangan, akademisi, dan komunitas global. OJK Proksi akan melakukan berbagai riset tematik, pembentukan pusat data dan pengembangan sistem informasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM), penerbitan publikasi, pelatihan, serta kajian peraturan dan kebijakan, pelaksanaan seminar dan berbagai kegiatan lainnya.
Sejumlah lembaga internasional seperti Asian Development Bank (ADB), Islamic Development Bank (IDB), International Finance Corporation (IFC) dan sejumlah lembaga internasional lainnya mendukung peluncuran OJK Proksi ini. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More