Penguatan struktur sistem keuangan mengerucut pada aspek stabilitas sistem keuangan, diyakini akan menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kokoh dan langgeng. Berbagai upaya tersebut turut membantu upaya pemulihan ekonomi global yang tengah berlangsung.
Namun, situasi ketidakpastian masih menyelimuti perekonomian dunia, terlebih dalam beberapa waktu terakhir terdapat dinamika yang menambah ketidakpastian tersebut, seperti menguatnya semangat proteksionisme, harga komoditas yang masih mengalami tekanan, serta meningkatnya tensi geopolitik di berbagai belahan dunia.
Faktor-faktor risiko ini turut memberikan tekanan terhadap stabilitas sistem keuangan, dan pada gilirannya berpotensi mengganggu proses pemulihan.
Selain itu, sektor keuangan juga dihadapkan pada semakin maraknya pemanfaatan kemajuan teknologi dalam masyarakat. Penerapan teknologi di sektor keuangan ini akan mengubah pola transaksi ke depan.
Di satu sisi, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan manfaat melalui peningkatan efisiensi serta perluasan cakupan layanan keuangan. Di sisi lain, perkembangan ini perlu diantisipasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan kerentanan yang tidak diharapkan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More
Poin Penting: Para pakar meminta RUU Perampasan Aset dibatasi untuk kejahatan serius dan fokus pada… Read More
Poin Penting Bank Amar fokus pada UMKM untuk memperluas akses pembiayaan digital dan mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting Evaluasi Coretax & CRM krusial untuk memastikan efektivitas digitalisasi pajak, terutama dalam menjangkau… Read More
Poin Penting Akses pembiayaan UMKM masih terbatas; banyak pelaku usaha bergantung pada modal pribadi/keluarga akibat… Read More
Poin Penting IHSG melemah tipis 0,15% ke level 7.268,03 pada penutupan sesi I perdagangan (9/4).… Read More