Market Update

OJK: Kebijakan Free Float Bisa Dongkrak Daya Tarik Investor

Poin Penting

  • OJK tengah mengkaji kebijakan free float dan likuiditas pasar untuk memperluas partisipasi investor serta menciptakan pasar modal yang lebih sehat dan menarik.
  • OJK mendorong pengembangan instrumen baru seperti ETF emas dan SIP reksadana untuk memperluas akses investasi masyarakat secara terencana dan berkelanjutan.
  • Melalui POJK No.13/2025, OJK memperkuat infrastruktur teknologi dan manajemen risiko, serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat fondasi pasar modal Indonesia secara menyeluruh. Upaya itu tercermin dari kajian kebijakan free float dan likuiditas pasar yang sedang dilakukan saat ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengatakan bahwa, kajian inisiatif melalui peningkatan kepemilikan saham free float diharapkan dapat memperluas partisipasi investor.

“Kepatuhan emiten terhadap ketentuan free float ini akan menjadi salah satu kunci terciptanya pasar yang lebih sehat dan menarik bagi investor domestik maupun asing,” ucap Inarno dalam sambutannya di Gedung BEI, 17 Oktober 2025.

Baca juga: Free Float Saham Naik Jadi 30 Persen? Ini Respons OJK dan BEI

Di sisi lain, pada aspek pengembangan produk dan perluasan akses investasi, OJK terus mendorong inovasi di pasar modal melalui pengembangan berbagai instrumen baru seperti ETF berbasis emas dan juga systematic investment plan atau SIP untuk reksadana. 

“Inovasi ini diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan produk investasi tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi secara terencana, terjangkau dan juga berkelanjutan,” imbuhnya.

Untuk penguatan infrastruktur, kata Inarno, OJK akan terus memperkuat infrastruktur berbasis teknologi informasi sebagaimana amanat dalam pilar kelima roadmap pasar modal Indonesia, yakni penguatan keamanan dan keandalan infrastruktur, teknologi, lembaga efek dan lembaga jasa keuangan.

“Kebijakan tersebut diwujudkan melalui POJK No.13 tahun 2025 tentang pengendalian internal dan juga perilaku perusahaan efek yang salah satunya mengatur penguatan atas manajemen risiko, teknologi informasi, lembaga efek,” tambah Inarno. 

Ke depan, OJK juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah dan juga stakeholder untuk terus memantau pengembangan kondisi perekonomian dan pasar modal Indonesia. Jika diperlukan, OJK akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. 

“Dengan pasar modal yang stabil, transparan, dan berpihak pada rakyat, kita wujudkan satu pasar yang membuka berjuta peluang bagi Indonesia yang lebih sejahtera,” tutupnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

12 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

12 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

19 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago