Poin Penting
Jakarta – Di tengah rencana penyesuaian aturan Risk-Based Capital (RBC) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan asuransi mulai menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan pengukuran kesehatan keuangan industri.
Regulasi baru yang tengah dikaji ini berkaitan dengan penerapan PSAK 117, yang akan memengaruhi metode penghitungan solvabilitas perusahaan asuransi dan reasuransi, khususnya bagi perusahaan dengan ekuitas di atas Rp5 triliun.
Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, menegaskan bahwa secara posisi permodalan, perseroan telah berada jauh di atas ketentuan minimum yang dipersyaratkan regulator.
Baca juga: Tiga Bulan Dipasarkan, Zurich Critical Care Sumbang 20 Persen Pendapatan Zurich Life
Menurutnya, rasio RBC perusahaan saat ini telah mencapai sekitar 300 persen, jauh melampaui batas minimum yang umumnya dipatok regulator di kisaran 120 persen.
“Mengenai regulasi, sejauh ini Zurich Asuransi Indonesia selalu berada di atas ketentuan. Kalau RBC minimum, kami hari ini sudah jauh di atas itu, karena saat ini RBC kami sekitar 300 persen,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Senin (9/3).
Baca juga: Produksi Migas Digenjot, Industri Asuransi Siap Tangkap Peluang Baru di Sektor Energi
Ia menjelaskan, posisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan permodalan perusahaan relatif kuat dalam menghadapi berbagai dinamika regulasi maupun kondisi industri.
“Yang diminta regulator sebenarnya sekitar 120 persen sampai 125 persen. Jadi secara entitas, posisi kami sudah melebihi ketentuan minimum yang diminta oleh regulasi,” kata Edhi. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More