KUR bersubsidi_UMKM
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji kemungkinan perbankan syariah untuk menjadi bank peserta penyalur Kredit Usaha Rakyat Bersubsidi (KUR bersubsidi) melalui produk dengan struktur murabahah.
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Mulya E Siregar mengatakan, OJK telah memberi masukan kepada Kementrian Koordinator Perekonomian (Kemenko) untuk menyesuaikan bunga KUR bersubsidi sebesar 9% ke dalam produk perbankan syariah yang menggunakan sistem margin.
“Produk yang cocok adalah murabahah. Pemanfaatan margin setara 9% hanya bisa menggunakan produk dengan struktur murabahah, tidak bisa produk berstruktur lainnya,” ujar Mulya dalam seminar yang diselenggarakan Infobank, di Jakarta, Jumat, 30 September 2016.
Namun ada potensi kendala yang akan dihadapi perbankan syariah, mengingat penurunan suku bunga KUR bersubsidi akan terus dilakukan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian dalam sistem margin yang digunakan dalam produk perbankan syariah. Tahun depan, pemerintah berencana menurunkan suku bunga KUR bersubsidi menjadi 7%.
Kemenko Perekonomian sendiri telah menyelesaikan draf revisi Peraturan Menko Perekonomian Nomor 13 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR. Perubahan dalam revisi Permenko antara lain memutuskan koperasi dapat menjadi penyalur KUR, penyaluran KUR dengan pola syariah menggunakan sistem margin, dan relaksasi penerima KUR.
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More